Sebagai langkah dalam beradaptasi dengan zaman terutama menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Universitas Widya Mataram (UWM) terus berupaya melakukan inovasi dalam rangka memajukan prestasi di bidang akademik. Dalam pencapaian tersebut, UWM melakukan penambahan dua program studi yang masing-masing dimiliki oleh fakultas yang berbeda, yaitu: Kewirausahaan pada Fakultas Ekonomi, dan Ilmu Komunikasi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).
Sebagai program studi yang baru, keduanya dituntut untuk membentuk perangkat-perangkat awal mengenai kesiapan pembentukan dan pengembangan program studi, salah satunya adalah kurikulum. Kurikulum merupakan perangkat pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa sekaligus menjadi salah satu karakter utama dalam identitas sebuah program studi, baik terhadap staf pengajar/dosennya, maupun terhadap mahasiswanya. Kurikulum juga menjadi ruang ekspresi bagi civitas akademika yang masuk dalam lingkungan tersebut untuk mengembangkan berbagai kompetensi pengetahuan teoritis dan konsep, keterampilan teknis yang mendukung kemampuan profesi, daya berpikir yang analitis dan kreatif dalam upaya penyelesaian masalah sosial, dan lain sebagainya. Untuk itu, dalam pembentukan kurikulum sebuah program studi, tentunya diperlukan usaha dan waktu yang cukup panjang sehingga menentukan kualitas lulusan nantinya serta menunjang kewajiban tridharma perguruan tinggi.
Menyadari tanggung jawab dalam membentuk kurikulum tersebut, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram menyelenggarakan lokakarya bertajuk Diskusi Kelompok Terarah atau Focus Group Discussion (FGD) dengan mengundang beberapa narasumber yang berkompeten di bidang akademik maupun praktisi industri komunikasi, seperti penyiaran radio dan televisi. Lokakarya tersebut dilaksanakan dalam dua hari yaitu Rabu dan Kamis, 2 dan 3 Mei 2018. Pada hari Rabu (2/5/2018), lokakarya tersebut mengundang beberapa dosen dalam Fisipol, diantaranya Suwarjo, S.IP., M.SI sebagai Dekan Fisipol, Paharizal, S.Sos., M.A sebagai Kaprodi Sosiologi, Dra. Syakdiah, M.SI sebagai Kaprodi Ilmu Administrasi Negara, Dr. Oktiva Anggraini, M.SI sebagai dosen Ilmu Administrasi Negara dan fasilitator. Sedangkan dosen-dosen Ilmu Komunikasi yang mengikuti lokakarya tersebut adalah Latifa Zahra, S.I.Kom., M.A sebagai plt. Kaprodi Ilmu Komunikasi, Bagus Ajy Waskyto Sugiyanto, S.I.Kom., M.A, Seiren Ikhtiara, S.I.Kom., M.A, dan Tommy Satriadi Nur Arifin, S.I.Kom., M.A.
Sebagai narasumber lokakarya tersebut mengundang salah satu dosen pengajar prodi Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya Yogyakarta, Yohanes Widodo, S.Sos., M.Sc. Beliau memaparkan secara sekilas mengenai prodi Ilmu Komunikasi Universitas Atmajaya Yogyakarta serta berbagai perubahan kurikulum yang telah dilewatinya. Beliau menjelaskan bahwa kurikulum kini memiliki aturan baru yang disebut dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dimana perangkat kurikulum harus dimulai dengan sikap/tata nilai, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan. Selain itu juga diperlukan capaian pembelajaran yang secara komprehensif dituliskan di beberapa bagian, baik setiap semester maupun setiap mata kuliah. Menurutnya, inilah yang menjadikan karakter KKNI begitu berbeda dengan kurikulum sebelumnya di Indonesia.
Lokakarya tersebut berakhir pada pukul 15.00 WIB dan banyak menghasilkan kesimpulan yang diambil oleh Fisipol UWM terkait dengan kurikulum prodi Ilmu Komunikasi, potensi besaran mahasiswa Ilmu Komunikasi di masa mendatang, serta kelengkapan sarana dan prasarana yang awal dapat diadakan sebagai upaya pembentukan prodi Ilmu Komunikasi yang mampu menghasilkan lulusan berdaya saing dan berketerampilan tinggi di masyarakat nantinya. ®HumasWidyaMataram