Kepemimpinan Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid menggiatkan bersepeda santai secara rutin mendapat sokongan dan respon simpatik dari para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) wilayah V. Namun, dia gusar juga apabila para rektor dan pimpinan PTS jenuh dengan kegiatan mengayuh sepeda. Karena itu, dia menantang para koleganya untuk mencoba touring bersama dengan kendaraan bermotor roda dua.
Kepala LLDIKTI V Prof. Aris Junadi menyatakan, gowes ini tidak sekedar menjaga kesehatan. Silaturahmi antarpimpinan PTS dan relasi-relasi dari pemerintah daerah dan kelompok masyarakat menjadikan kegiatan ini bagian dari menghadirkan solusi. Prof. Bambang Supriyadi (Mantan Kepala LLDIKTI V) menyatakan, gowes ini bagus dan layak terus dilanjutkan sekaligus perbanyak menghadirkan solusi persoalan masyarakat dalam situasi santai.
Ketua APTISI Prof. Fathul Wachid berpendapat, gowes ini menjadi suasana santai yang produktif. Dengan komunitasi yang akrab antarpimpinan PTS dan para Stakeholder dari pemerintah dan kelompok-kelompok masyarakat, semua hadir untuk saling memecahkan persoalan dengan cara yang berbeda-beda.
“Gowes menjadi ajang yang bisa menguraikan sesuatu. Kita sebagai pihak yg melayani masyarakat harus saling tahu dan kenal, antara yang melayani dan dilayani saling memberikan yang terbaik. Gowes adalah ajang problem solver yang jogjawi.” Rektor Universitas Ahmad Yani mengakui produktivitas di tengah gowes sering muncul. Ia merasakan langsung ketika terinspirasi untuk mencetuskan yel-yel gowes, “Jogjaversitas Bersinergi, Maju Bersama, Sukses Bersama”.
Meskipun para goweser semangat dengan bersepeda ontel, kegiatan rutin bulanan itu bisa membuat jenuh para peserta. Maka kegiatan demikian perlu ada variasi tertentu, misalnya para rektor dan jajarannya mengadakan jajak daerah tertentu dengan sepeda motor.
Sebagai penggagas gowes, Prof.Dr.Edy Suandi Hamid menyatakan penting untuk menjaga semangat dan mood para rektor PTS dalam kegiatan gowes. Cara menjaganya yang diawarkan bersifat menantang.
“Kita perlu mencoba bersama melakukan keliling daerah tertentu atau touring menggunakan motor tau kendaraan roda dua di sela-sela gowes. Ini penting untuk menjaga agar gowesnya tidak jenuh, sebaliknya para peserta gowes tetap semangat.”
Tawaran itu menunggu sambutan dari para pimpinan PTS terutama tuan rumah pada kegiatan gowes putaran berikutnya. Bertindak sebagai panitia dan tuan rumah gowes berikutnya adalah nstitut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta.
©Humas WidyaMataram