Home
news
Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Moderasi Keberagaman

Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Moderasi Keberagaman

news Senin, 2023-03-13 - 10:06:10 WIB

Mahasiswa memiliki peran penting dalam memperkuat moderasi keberagaman di masyarakat. Sebagai agen perubahan, mahasiswa dapat berperan sebagai pemimpin dalam memperkuat sikap inklusif dan toleransi di tengah-tengah masyarakat. Melalui berbagai aktivitas, mahasiswa dapat mengajak masyarakat untuk berdialog, menghargai perbedaan, dan membangun kesadaran bersama tentang pentingnya moderasi keberagaman. Hal ini disampaikan oleh Dr. Kelik Endro Suryono, S.H., M.Hum. dalam acara Dialog Publik dengan tema “Peran Mahasiswa dalam Memperkuat Moderasi Keberagaman” pada Kamis (17/11) di Ruang Soekarno Nehru Universitas Widya Mataram (UWM).

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Hukum (FH) UWM ini mengemukakan bahwa mahasiswa adalah besar tingkat kedewasaannya dan cara berpikirnya. Mahasiswa pada usianya adalah dewasa dari umur dan tingkah laku. Begitu juga dengan cara berpikir. Yang terjadi sekarang terkadang dosen sudah di dalam kelas, mahasiswa masih diluar. Hal ini menunjukkan bahwa pemikiran dewasa untuk menghormati orang yang lebih tua belum terlaksana dengan baik.

Berikutnya dosen S2 FH UWM itu mengatakan bahwa mahasiswa itu harus mampu membedakan yang baik dan tidak baik. Mahasiswa juga harus memiliki manajemen konflik dan manajemen waktu. Misalnya untuk manajemen waktu perkuliahan. Jangan sampai kegiatan mahasiswa menjadi alasan untuk menunda kelulusan. Intinya adalah bagaimana memanfaatkan waktu sebaik-baiknya.

Mahasiswa juga harus kompetitif dan memiliki kompetensi. Kompetitif artinya memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan yang bukan mahasiswa. Pengurus BEM harus memiliki kemampuan lebih daripada yang bukan pengurus. Kompetensi mahasiswa juga dapat ditingkatkan dengan menjadi pengurus BEM.

Selanjutnya adalah mahasiswa harus profesional, organisasi dapat dijadikan sarana melatih sikap profesional dan mandiri, misalnya bagaimana memecahkan konflik secara mandiri. Profesional juga berarti bahwa yakin pada kemampuan diri sendiri. Mahasiswa harus memiliki sikap jangan selalu merasa benar. Keputusan harus diambil secara bersama-sama. Menghargai pendapat orang lain sangat diperlukan dalam organisasi.

Di akhir pemaparan materinya, Kelik menyampaikan bahwa mahasiswa harus cermat mengambil keputusan yang terbaik. Jangan sampai keputusan hanya menguntungkan kita tapi merugikan orang lain. Mahasiswa harus memiliki sifat religious. Mahasiswa harus memiliki nilai-nilai kerohanian dan tidak memiliki sifat sombong.

 

Humas@UWM


Share Berita