Pandemi COVID-19 telah mendorong percepatan adopsi sistem digital dalam aktivitas berbelanja. Hal tersebut juga berdampak pada pola perilaku konsumtif masyarakat dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar yang potensial yang cukup baik untuk perusahaan-perusahaan penyedia e-commerce. Akibat dari pandemi Covid-19 adalah timbulnya perilaku pembelian secara impulsif. Hal ini diungkapkan oleh Ascasaputra Aditya, S.E., M.B.A. yang merupakan dosen Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Widya Mataram (UWM).
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah dicabut, memungkinkan masyarakat untuk beraktivitas kembali seperti sebelum pandemi. Asca menunjukkan bahwa aplikasi atau situs marketplace yang juga mendorong masyarakat dalam melakukan kegiatan jual beli secara daring sehingga tidak perlu bertemu langsung antar penjual dan pembeli, dan tidak perlu mengantri dalam melakukan transaksi.
Lebih lanjut, Ketua Program Studi (Kaprodi) Manajemen UWM ini mengemukakan bahwa dengan adanya perkembangan toko online ini masyarakat diberi kemudahan dalam melakukan transaksi, sehingga hal ini dapat membantu dan membuka peluang untuk para pebisnis untuk mempromosikan produknya secara online. “Dan hal ini juga berdampak pada pola perilaku konsumtif masyarakat dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar yang potensial yang cukup baik untuk perusahaan-perusahaan penyedia e-commerce,” pungkasnya.
Humas@UWM