Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram (UWM) sukses menyelenggarakan pelatihan "Satu Hari Menjadi Barista" pada Sabtu (15/06/2024) pukul 09.00 WIB di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM. Pelatihan ini menghadirkan Fahmi Suweleh dan Muhammad Hilmy, barista dari Civet Caffee sekaligus mahasiswa UWM, sebagai pembicara. Sebanyak lebih dari 30 peserta pelatihan didominasi oleh pelajar SMA/SMK serta beberapa mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Acara ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UWM Eman Darmawan, S.T.P., M.P. dan Ketua Program Studi Teknologi Pangan UWM Dyah Titin Laswati, S.T.P., M.P.
Eman Darmawan dalam sambutannya menambahkan bahwa teknologi pengolahan kopi, khususnya dalam penyeduhan dan penyajian kopi, sangat beragam. Beliau menekankan bahwa cita rasa dan aroma kopi sangat ditentukan oleh bahan baku dan proses pengolahannya. "Kualitas kopi sangat bergantung pada proses pengolahan dan bahan baku yang digunakan. Setiap langkah dalam penyeduhan dan penyajian memiliki peran penting dalam menentukan cita rasa akhir," jelasnya.
Di sisi lain, Dyah Titin menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan pelajar tentang teknologi pengolahan kopi di tengah maraknya kafe di Yogyakarta. "Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan para pelajar tentang berbagai teknik pengolahan kopi, tetapi juga menjadi ajang pengenalan Program Studi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram kepada para pelajar," ujarnya.
Selama pelatihan, Hilmy dan Fahmi menjelaskan teknik pembuatan kopi, khususnya penyeduhan kopi menggunakan manual brew (penyeduhan manual) dan mesin. Peserta juga diajarkan tentang dua jenis kopi yang digunakan dalam pelatihan ini: kopi arabica full washed dan kopi mix yang terdiri dari campuran robusta dan arabika. Kopi arabica full washed dikenal memiliki cita rasa yang kuat, ringan, cenderung fruity, dan asam, sementara kopi robusta memberikan rasa yang kuat dan pahit. "Bagi konsumen yang tidak menyukai rasa kopi yang kuat, dapat memilih menu latte, yaitu kombinasi kopi dan susu," saran Hilmy di tengah penjelasannya. Fahmi menambahkan, "Dengan memahami karakteristik berbagai jenis kopi, peserta dapat lebih mudah menyesuaikan minuman sesuai dengan preferensi konsumen." Para peserta juga berkesempatan untuk mencoba membuat latte art.
Acara ditutup dengan pemberian cinderamata kepada kedua narasumber serta penyampaian kesan dan pesan oleh peserta. Yohanes, salah satu peserta, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat dalam menambah ilmu pengolahan kopi, khususnya teknik menyeduh kopi dan pembuatan latte art. Ia berharap bahwa acara seperti ini dapat meningkatkan wawasan pengolahan kopi di kalangan pelajar serta menjadi sarana pengenalan Program Studi Teknologi Pangan UWM kepada masyarakat, khususnya pelajar.
©HumasUWM