Home
news
Pelatihan Pengolahan TOGA Menjadi Produk Pangan Fungsional di Kedungkeris

Pelatihan Pengolahan TOGA Menjadi Produk Pangan Fungsional di Kedungkeris

news Sabtu, 2024-09-21 - 00:00:08 WIB

Pelatihan Pengolahan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) menjadi produk pangan fungsional telah sukses dilaksanakan pada 19 September 2024 di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 peserta dari warga setempat dengan menghadirkan tiga narasumber ahli, yaitu Eman Darmawan, S.TP., M.P, Dyah Titin Laswati, S.TP., M.P, dan Nissa Clara Firsta, S.TP., M.T.P. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi hasil bumi lokal berupa rempah-rempah seperti kunyit dan jahe menjadi produk pangan yang memiliki manfaat kesehatan sekaligus nilai tambah ekonomi.

Dalam sambutannya, pihak Kalurahan Kedungkeris menyampaikan harapan agar pelatihan ini mampu membantu masyarakat mengembangkan TOGA yang telah dibudidayakan menjadi produk pangan yang diminati konsumen. Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) yang juga memberikan sambutan, menekankan pentingnya memanfaatkan kekayaan rempah-rempah tradisional Indonesia. "Kalurahan Kedungkeris memiliki potensi TOGA seperti kunyit dan jahe, yang dapat diolah menjadi berbagai produk seperti minuman instan dan geplak, yang tidak hanya menyehatkan tapi juga bernilai ekonomi," ungkapnya.

Para narasumber kemudian memaparkan materi yang mendalam terkait pemanfaatan rempah-rempah lokal. Narasumber pertama, Dyah Titin Laswati, menjelaskan proses pembuatan minuman instan jahe. Jahe yang mengandung senyawa zingerol dan shogaol berkhasiat untuk menghangatkan tubuh dan meredakan mual. Ia memaparkan langkah-langkah detail pembuatan minuman instan jahe, mulai dari pengolahan jahe, pemisahan pati, hingga proses kristalisasi yang menghasilkan serbuk jahe siap kemas.

Selanjutnya, Nissa Clara Firsta memperkenalkan minuman fungsional Aserehe (Asem Sereh Jahe), yang tak hanya menghangatkan dan menyegarkan, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan. Ia menjelaskan tahap-tahap pembuatan minuman ini, dimulai dari pencucian bahan, perebusan rempah seperti jahe, kunyit, dan sereh, hingga proses penyaringan dan penambahan jeruk nipis untuk memberikan cita rasa yang segar.

Terakhir, Eman Darmawan membahas pemanfaatan ampas jahe untuk produk pangan lain, seperti geplak, makanan tradisional khas Bantul. Ampas jahe yang masih mengandung oleoresin dengan sifat pedas dan antioksidan, menurutnya, dapat diolah menjadi geplak yang memiliki rasa khas dan manfaat fungsional bagi kesehatan.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga Kalurahan Kedungkeris dapat memanfaatkan potensi TOGA lokal mereka untuk menghasilkan produk-produk yang diminati pasar, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.


Share Berita