Persoalan kekerasan selalu menjadi bagian dari problematika kehidupan masyarakat. Bahkan dalam dunia pendidikan yang seharusnya menjadi wadah transformasi knowledge juga tidak terlepas dari persoalan kekerasan. Pendidikan memang memiliki tujuan untuk bisa mencetak manusia yang beretika, bermoral dan bermartabat. Namun dalam realitanya proses yang berlangsung tidak semudah yang dibayangkan. Banyaknya kasus kekerasan, bullying, dan penyimpangan lainnya di dalam dunia pendidikan harus menjadi perhatian khusus bagi pihak sekolah, pemerintah, keluarga dan masyarakat. Keempat unsur tersebut memiliki andil penyebab persoalan, sehingga dalam rangka mencari jalan keluarnya juga harus saling bersinergi.
Membaca fenomena kekerasan yang marak terjadi tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) melakukan observasi dan tindakan dengan terjun ke sekolah. BEM FH bersinergi dengan pihak sekolah dengan menggelar kegiatan Penyuluhan Hukum, Kekerasan dan Bullying di Dalam Dunia Pendidikan. Kegiatan tersebut sengaja dilakukan untuk menyasar para siswa dan pihak Guru serta staf di lingkungan sekolah untuk mengevaluasi kembali dan berproses dalam dunia pendidikan untuk menciptakan keharmonisan baik di internal maupun eksternal sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (13/12/2018) di Di SD N Yuyang Botodayaan Rongkop Gunungkidul dan SMP 2 Rongkop.
Menurut Aji Prayitno Angger, salah satu pengurus BEM FH mengatakan bahwa penyuluhan merupakan respon mahasiswa untuk menanggapi tingginya angka korban bullying dan kekerasan dalam dunia pendidikan. Acara tersebut dilaksanakan dengan melibatkan 5 anggota struktural BEM yang tentu menguasai sesuai bidangnya. Dengan begitu, diharapkan kegiatan tersebut berdampak positif yakni menekan angka kekerasan dan bullying yang merebak dikalangan pelajar. ®HumasWidyaMataram