Home
news
Menyambut Bulan Ramadan dengan Penuh Keberkahan oleh Dosen UWM

Menyambut Bulan Ramadan dengan Penuh Keberkahan oleh Dosen UWM

news Senin, 2025-03-03 - 13:22:47 WIB

Menyambut bulan suci Ramadan, para dosen Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta mengajak seluruh civitas akademika untuk memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan memperbanyak ibadah, mempererat tali silaturahmi, dan berbagi kebaikan. Ramadan, yang sudah dimulai sejak 1 Maret 2025, merupakan waktu yang istimewa bagi umat Islam, di mana mereka melaksanakan ibadah puasa, meningkatkan keimanan, serta memperbanyak amal shalih.

Para dosen UWM menyampaikan pesan-pesan penting dalam menyambut bulan suci ini. Sebagai lembaga pendidikan yang juga mengedepankan nilai-nilai spiritualitas, universitas ini berkomitmen untuk mendorong mahasiswa dan seluruh civitas akademika untuk menghayati makna sejati dari Ramadan, yang tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengasah kesabaran, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperdalam ilmu agama.

Dr. Bhenu Artha, S.E., M.Sc., Dosen Fakultas Ekonomi (FE) menyampaikan pentingnya mengenai pengaturan waktu yang baik dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan spiritual dan aktivitas sehari-hari. ““Selama Ramadhan, kita selalu berusaha memastikan untuk bangun lebih awal, agar memiliki waktu yang cukup untuk sahur, shalat malam, dan membaca Al-Qur'an sebelum memulai aktivitas harian," ujarnya.

Wakil Rektor I UWM juga menambahkan bahwa, “Efisiensi selama Ramadhan dapat dicapai dengan mengatur waktu ibadah dan aktivitas sehari-hari secara seimbang. Dengan disiplin dan perencanaan yang baik, umat Muslim dapat menjalani bulan suci ini dengan penuh berkah, tanpa mengabaikan tanggung jawab sehari-hari,” tutupnya.

Sementara itu, menurut Bagus Anwar Hidayatullah, S.H., M.H., M.Sc., dosen Fakultas Hukum (FH) ini memaknai Ramadan sebagai bulan pendidikan. Di dalamnya, umat Islam menjalani kurikulum yang ketat dan terstruktur, yang jika dijalani dengan penuh kesungguhan akan menghasilkan lulusan dengan predikat cum laude di hadapan Allah SWT. “Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan pendidikan. Jika dalam dunia kampus, seseorang dinilai berdasarkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), maka dalam Ramadan, evaluasi kelulusan ditentukan oleh sejauh mana seseorang berhasil menjalani tiga fase utama: fase rahmat (10 hari pertama), fase maghfirah (10 hari kedua), dan fase pembebasan dari api neraka (10 hari terakhir),” ucapnya.

“Seperti halnya seorang lulusan perguruan tinggi yang diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat, lulusan Ramadan juga harus mampu menunjukkan perubahan nyata dalam kehidupan. Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan pendidikan karakter, moral, dan spiritual. Jika kita mampu menamatkan kurikulum Ramadan dengan baik, maka kita bukan hanya menjadi alumni, tetapi juga pribadi yang lebih dekat dengan Allah dan lebih bermanfaat bagi sesama,” jelasnya yang juga Wakil Dekan I FH ini.

Senada dengan hal tersebut, menurut Masrul Indrayana, S.T., M.T., dosen Fakultas Sains dan Teknologi (FST) ini menyampaikan bahwa bulan Ramadan perlu untuk terus dirasakan hadirnya, sekaligus sebagai pengingat bagi manusia untuk kembali meluruskan dan menghadirkan ramadan sepanjang tahun, “semoga kehidupan kita di dunia ini semakin memberikan berkah sebelum waktunya kembali padaNya,” ucap Wakil Dekan II FST ini.

Dr. Mukhijab, M.A., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) memiliki pemaknaan yang unik mengenai Ramadan, yaitu menjadikan Ramadan sebagai momen yang mengasyikkan, terutama dalam menjalankan profesinya sebagai dosen. “Dosen mendapatkan ruang (kelas, red.) dalam proses interaksi dengan mahasiswa secara produktif. Interaksi dalam kelas itu menegaskan makna bahwa siapapun harus tetap produktif di tengah puasa. Apabila sebaliknya, dengan puasa justru menjadi malas, itu membunuh karakter diri sendiri sebagai orang taat beragama. Dengan berpikir positif mengenai relasi antara puasa dan bekerja, maka tujuan puasa sebagai pembentukan jasmani dan rohani yang sehat menjadi buah sangat manis pasca puasa,” jelasnya yang juga sebagai Ketua Program Studi Sosiologi ini.

Para dosen UWM ini mengajak seluruh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperbanyak amal ibadah, dan saling berbagi kebahagiaan dengan sesama. Semoga bulan yang penuh berkah ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua.


Share Berita