Nyrawung yuk , ajakan untuk srawung, diksi itu dalam konteks anak-anak hari ini adalah mengajarkan kepada anak-anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, dengan temannya, sehingga diharapkan bisa tumbuh empati, kepedulian pada teman-temannya. Perjumpaan langsung dengan teman-temannya menjadi penting ketika hari ini gawai pintar berikut konten yang ada sudah menyandera anak-anak dari dunianya : bermain bersama.
Acara Nyrawung Yuk yang dimotori oleh John Paul Irwan digelar dari tanggal 4 -16 Maret 2023 di Kedai Srawung Saklawase, Yogyakarta, yang diikuti oleh 38 anak, dibuka oleh Wakil Rektor III UWM, Puji Qomariyah. (Sabtu, 4 Maret 2023 pk. 16.00 WIB).
Pajang Karya, ini bisa menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan dirinya. Belajar berani mengemukakan ide-pendapatnya dimana seni (apapun jenisnya) menjadi mediumnya. Anak berkesenian sekaligus merupakan proses untuk belajar mengaktualisasikan dirinya dalam batas tumbuh-kembangnya. Masih panjangnya jalan yang harus dilalui, belajar berkesenian bagi mereka bukan untuk menjadi seniman, namun bagaimana mengasah motorik, sensorik, dan juga kepekaan rasa.
Sosiolog yang Wakil Rektor III UWM, Puji Qomariyah dalam sambutanya menyampaikan bahwa dengan kegiatan Pajang Karya ini anak-anak sedini mungkin belajar untuk bersinergi, berkolaborasi, belajar merentangkan tangan dan bergandengan dengan sesamanya.
“Nyrawung Yuk, dalam konteks anak-anak hari ini, mengajarkan kepada anak-anak untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya dan teman-temannya. Hal ini diharapkan dapat membantu tumbuhnya empati dan kepedulian pada sesame”, papar Puji dalam sambutannya.
Acara ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan dirinya melalui karya-karya yang dipajang. Selain itu, anak-anak juga belajar untuk berani mengemukakan ide dan pendapatnya dengan menggunakan seni sebagai mediumnya. Belajar berkesenian bagi anak-anak bukan hanya untuk menjadi seniman, namun juga untuk mengasah motorik, sensorik, dan kepekaan rasa.
Menurut Wakil Rektor III UWM, Puji Qomariyah acara seperti Nyrawung Yuk sangat penting untuk membantu anak-anak agar tidak terlalu terpaku pada gadget dan dunia maya, sehingga mereka dapat belajar untuk bergaul dengan teman-temannya secara langsung. "Anak-anak harus belajar untuk merentangkan tangan dan bergandengan dengan sesamanya," tuturnya.
Acara Nyrawung Yuk diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat dan minatnya dalam bidang seni.
Humas@UWM