Home
news
Meningkatkan Kredibilitas dengan Menulis

Meningkatkan Kredibilitas dengan Menulis


Jumat, 2021-07-16 - 10:39:17 WIB

Peluang menjadi penulis inspiratif di Indonesia masih terbuka lebar. Minat baca masyarakat Indonesia masih terbilang rendah sehingga kesadaran menulis juga rendah. Padahal dengan membaca dan menulis maka seseorang telah mengaktifkan kinerja otak kanan dan kiri sehingga mampu meminimalisir kerusakan jaringan otak dimasa tua.

Menurut Shulbi Muthi Sabila SP, S.I.Kom., M.I.Kom Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Widya Mataram (UWM) selaku narasumber dalam acara Webinar Penulisan Buku, menulis buku harus dilandasi dengan komitmen.

“Menulis bukan berdasarkan bakat, tetapi niat. Menulis juga tidak sesulit yang kita bayangkan,” terang Shulbi, Kamis (15/7/2021). Webinar yang diikuti tak kurang dari 300 peserta itu diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (LPPM) UWM, juga menghadirkan narasumber Prasida Pambudi, A.Md dari Penerbit Deepublish.

Shulbi mengatakan, dalam menulis buku kita juga harus memahami formatnya, deadline, dan tidak menunda-nunda waktu. Proses penulisan buku harus dipahami dulu oleh seorang penulis dari pemilihan ide dan konsep, menyiapkan kerangka isi buku hingga mengurus Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Menualah dengan banyak karya, bilamana jasadmu sudah tidak ada di dunia , masih ada namamu dalam barisan karya,” tuturnya.

Sementara itu, Prasida menuturkan, di samping memang sudah menjadi kewajiban seorang dosen, menulis juga akan memberikan manfaat seperti meningkatkan reputasi, kenaikan jenjang karir, memperluas jaringan atau networking, meningkatkan kesejahteraan, dan bersifat multiplier effect.

“Dosen yang terus menulis akan meningkatkan kredibilitasnya sebagai pendidik yang berkompeten. Melalui buku yang ditulis, maka buku karyanya akan berguna bagi mahasiswa dan lembaga pendidikan,” papar Prasida. Dalam kesempatan itu Prasida juga memaparkan strategi sehingga buku yang ditulis bisa tembus International Standard Book Number (ISBN).

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita