Kesenian merupakan buah dari budaya. Kalimat itu diungkapkan Bagus Ajy Waskyto Sugiyanto M.A, ketua pengabdian yang bekerja sama dengan komunitas Tari Paradance. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan bersama Latifa Zahra, M.A, Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, serta beberapa mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi dan Sosiologi.
“Salah satu alasan pengabdian ini diadakan bersama dengan Paradance karena kedekatan seni tari dengan masyarakat Yogyakarta,” kata Bagus dalam keterangan persnya pada Senin (16/3/2020).
Menurutnya, tidak dapat dipungkiri bahwa seni tari adalah salah satu kesenian yang memiliki ruang khusus di benak masyarakat. Paradance adalah komunitas yang bergerak sebagai platform untuk gerak karya seni pertunjukan berbasis gerak tubuh dan telah berdiri sejak tahun 2015. Paradance diadakan setiap dua bulan sekali di Balai Budaya Minomartani (BBM).
Nia Agustina, founder dari Paradance menyampaikan Paradance adalah festival mini seni gerak dan tari yang memberikan ruang kepada penari-penari pemula untuk mempresentasikan karya mereka didepan khalayak luas.
Paradance memiliki potensi yang cukup kuat untuk menggaet penonton baik dalam maupun luar daerah, namun selama ini para penonton yang hadir didominasi oleh para kolega penari yang akan pentas dan masyarakat Minomartani sendiri. Sehingga dalam hal ini, promosi yang menarik perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan menggunakan video.
Latifa menerangkan, pengabdian ini hadir untuk menjembatani hal tersebut sebagai buah kerja sama antara Prodi Ilmu Komunikasi UWM dan penggiat budaya, dimana kegiatan-kegiatan semacam ini akan sering dilakukan dan dikaji sebagai bahan pengembangan keilmuan.
“Pengabdian dimulai dari diskusi dalam penemuan konsep pesan yang akan ditonjolkan dalam penggarapan video, sehingga ditemukan bahwa kesederhanaan adalah konsep utama untuk menggambarkan Komunitas Tari Paradance,” ucapnya. Selanjutnya, dilakukan pembahasan desain dan eksekusi sehingga menghasilkan video promosi yang dapat mereka gunakan dengan target khalayak luas menggunakan media sosial terutama Instagram.
©HumasWidyaMataram