Home
news
Memperkuat Dunia Pariwisata melalui Manajemen Pariwisata Hijau

Memperkuat Dunia Pariwisata melalui Manajemen Pariwisata Hijau

news Selasa, 2025-02-18 - 11:42:42 WIB

Manajemen pariwisata hijau merupakan pengelolaan pariwisata dengan pendekatan pariwisata yang ramah lingkungan, atau dengan kata lain manajemen pariwisata hijau sebagai pengelolaan pariwisata dengan mengurangi dampak terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi. Salah satu aspek penting dari pengelolaan ini adalah melibatkan masyarakat dalam kawasan permukiman setempat dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata. Manajemen pariwisata hijau dianggap dapat menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi kawasan permukiman. Tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan. Konsep ini mencakup beberapa aspek, mulai dari pengelolaan sumber daya dan pengurangan limbah menggunakan energi terbarukan, pengurangan limbah, dan konservasi keanekaragaman hayati. Pemanfaatan teknologi ramah lingkungan yang merupakan salah satu pilar dari manajemen pariwisata hijau, melalui adopsi teknologi dapat membantu wisatawan menemukan akomodasi dan tindakan yang ramah lingkungan.

Dalam upaya optimalisasi penerapan manajemen pariwisata hijau perlu memperhatikan prinsip-prinsip manajemen pariwisata hijau. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, Dr. Jumadi, S.E., M.M. menyampaikan, ”prinsip manajemen pariwisata hijau adalah memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta harus mengutamakan pelestarian alam dan keanekaragaman hayati. Kemudian, manajemen pariwisata hijau melibatkan permukiman lokal dalam pengembangan dan pengelolaan pariwisata yang ramah lingkungan, serta melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan yang mempengaruhi lingkungan dan budaya mereka. Dan adanya peningkatan kesadaran pentingnya lingkungan melalui program edukasi bagi pemangku kepentingan industri pariwisata dan wisatawan,” jelasnya.

Dosen Program Studi Manajemen ini juga menegaskan bahwa memperhatikan prinsip manajemen pariwisata hijau maka akan memberikan beberapa manfaat penting. ”Dapat meningkatkan ekonomi lokal; pariwisata berkelanjutan dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal yang melalui usaha kecil dan menengah. Kemudian meningkatkan pengalaman pariwisata, karena wisatawan secara bertahap mencoba pengalaman yang tidak perlu diragukan, bertanggung jawab, mendalam, dan bermakna bagi pengunjung, bahkan mempromosikan pelestarian tradisi dan warisan budaya adalah salah satu bagian dari tujuan pariwisata hijau,” ucapnya.

Lebih lanjut lagi, Jumadi juga menyampaikan bahwa pengelolaan pariwisata hijau juga menghadapi beberapa tantangan seperti kurangnya kesadaran tentang pentingnya praktik ramah lingkungan. Pengelolaan pariwisata hijau sering kali dihadapkan pada masalah biaya, terutama biaya investasi awal yang tinggi. Kurangnya dukungan politik dalam bentuk kebijakan dan peraturan dalam mempromosikan pariwisata. Dan permintaan untuk pariwisata berkelanjutan masih rendah, karena masih banyak wisatawan masih memilih opsi yang tidak ramah lingkungan tanpa mempertimbangkan konsekuensi.

Oleh karena itu dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan pariwisata hijau perlu memperhatikan, prinsip pengelolaan pariwisata hijau,  mengatasi kendala dengan melakukan aliansi strategi dengan berbagai stakeholder. Pengelolaan pariwisata hiaju harus di mulai dengan menghijaukan daerah untuk menghijaukan dunia.

”Hari Ketahanan Pariwisata Global mengingatkan kita bahwa pariwisata bukan sekadar perjalanan dan hiburan, tetapi juga bagian penting dari ekonomi dan budaya yang harus dikelola dengan bijaksana. Dengan komitmen yang kuat dari berbagai pihak, industri ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dunia. Selamat Hari Ketahanan Pariwisata Global,” tutupnya.


Share Berita