Home
news
Memberdayakan Ibu-Ibu melalui Peningkatan Kemampuan Pemanfaatan Bunga Telang

Memberdayakan Ibu-Ibu melalui Peningkatan Kemampuan Pemanfaatan Bunga Telang

news Selasa, 2019-07-02 - 11:28:58 WIB

 

Daerah Jengkelingan merupakan hamparan datar yang subur dengan penduduk tingkat ekonomi menengah ke bawah. Sebagian ibu rumah tangga yang ada adalah murni ibu rumah tangga yang baru berusaha menggeliat produktif untuk meningkatkan pendapatannya. Salah satu usaha ibu-ibu ini adalah membentuk Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngupoyo Boga yang artinya berusaha untuk memperoleh penghasilan. 

Keterangan tersebut disampaikan Dr. Ir. Siti Nur Purwandhani, MP Dosen sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Widya Mataram (UWM) pada Selasa (2/7/2019). Dhani menjelaskan KWT Ngupoyo Boga sudah mencoba menanam beberapa komoditi pertanian untuk kegiatannya, diantaranya adalah bunga telang. 

Berdasarkan penjelasan Dhani, kegiatan awal pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada bulan Juni 2019 di daerah Jengkelingan tersebut dilakukan bersama tim penerima hibah pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) DIKTI yakni Ir Setyo Indroprahasto M.Si., Dekan Fakultas Pertanian Institut Pertanian (INTAN) dan Cicilia Tri Kusumastuti S.P, M.Sc., Dekan Fakultas Pertanian Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). 

“Pengabdian difokuskan pada peningkatan kemampuan dan keterampilan SDM untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan produktif berbasis   potensi lokal dari hulu ke hilir sampai dengan pemasarannya”, tutur Dhani yang juga merupakan ketua tim sembari menjelaskan bahwa pengabdian ini menggunakan pendekatan perubahan pola pikir dari tradisional menjadi kegiatan kewirausahaan dan peningkatan keterampilan SDM. Peningkatan SDM ditekankan pada cara budidaya, pemahaman komponen fungsional, penjelasan manfaat kesehatan bunga telang, proses produksi makanan dan minuman dan dilanjutkan upaya untuk memperoleh izin usaha Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). 

Menurut Dhani, bunga telang bisa digunakan sebagai pewarna makanan alami untuk nasi biru, puding, kue, es krim, dan dibuat minuman seperti coctail. Selain fungsinya sebagai pewarna, bunga telang juga mempunyai manfaat kesehatan karena mengandung komponen fungsional yang tidak sedikit terutama phenol, flavonoid, alkaloid, anthocyanin dan lain-lain. Dengan adanya komponen fungsional di dalam bunga telang, bunga ini memiliki beberapa efek manfaat diantaranya berpotesi untuk detoksifikasi, mencegah penuaan dini, mengatasi beberapa masalah kesehatan dan mengobati gangguan penglihatan. Sedangkan sifat antidepresannya bisa untuk menghilangkan stres, dan lain-lain. 

“Kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pelatihan pengeringan bunga yang higienis dan metode pengemasan agar diperoleh bunga telang kering yang tahan lama dengan metode pemberian teori dan praktek, termasuk regulasi label pengemasan pangan”, jelas Dhani.

 

©HumasWidyaMataram


Share Berita