Home
news
Mapala UWM Seminar Konservasi dan Pengembangan Lokasi Wisata Pendakian

Mapala UWM Seminar Konservasi dan Pengembangan Lokasi Wisata Pendakian

news Selasa, 2022-03-15 - 10:51:26 WIB

Di tengah maraknya pandemic Covid-19 varian Omicron yang semakin meresahkan bagi setiap lapisan masyarakat , Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Widya Mataram ( MAPAWIMA ) melaksanakan seminar konservasi dengan dengan Tema “ Memberikan Pemahaman Kepada Masyarakat Tentang Pelestarian Alam Ditengah Masa Pandemi” dan Pengembangan Lokasi Wisata Pendakian.

“Kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kami dalam menjaga dan melestarikan alam serta lingkungan,” kata Sekretaris Panitia Muhammad Fitri di kampus UWM, Selasa (15/3/2022).

Seminar menghadirkan dua ahli dalam bidang lingkungan yaitu Kusmardiastuti S.Hut,MP (Perwakilan dari PEH BKSDA Yogyakarta) dan Cunduk Wasiati, SH.MHum (Dosen Lingkungan Hidup). Seminar dipandu oleh Muhammad Fikri.

Seminar berlangsung pada Jumat 4 Maret 2022 pukul 13.00 WIB di Pendopo Agung nDalem Mangkubumen UWM dan via zoom atau blanded system, berjalan sukses

Kusmardiastuti S.Hut,MP menekankan kepada para pecinta alam baik itu MAPALA maupun SISPALA serta masyarakat yang mempunyai jiwa kepudulian terhadap lingkungan agar mereka dapat menjaga lingkungan dan kebersihan dengan cara tidak membuang sampah sembarangan dan lebih memperhatikan keadaan sekitar dan sesama.

Kegiatan konservasi dilanjutkan ke lapangan,dalam bentuk kegiatan pengembangan lokasi wisata pendakian di Basecamp Bimawari, Dukuh Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah, pada Sabtu - Minggu (5 – 6 Maret 2022).

Adapun rangkaian kegiatan selama disana yaitu pembenahan jalur pendakian, pembuatan shalter dan menanam 200 pohon di sepanjang jalur pendakian.

Penanaman pohon dilakukan oleh anggota MAPAWIMA dan bekerja sama dengan pihak Basecamp Bimawari dan serta masyarakat setempat. “Perpartisipasi masyarakat bagian dari strategi pendidikan dalam melestarikan alam,” kata Muhammad Fiktri.

Dalam kegiatan pembenahan jalur pendakian adalah salah satu upaya untuk mengurangi resiko yang membahayakan bagi para pendaki yang melintasi jalur tersebut dan pembuatan ulang shalter di POS 2 yang sudah tidak layak digunakan agar pendaki dapat beristirahat dengan nyaman dan aman.

Kemudian jenis pohon yang ditanam adalah Gayam di Gunung Sumbing. Pohon tersebut memiliki akar pohon yang padat dan dalam, sehingga berfungsi sebagai Biopori yang menjadi daya resapan air hujan dan melindungi mata air.

Dalam penghujung kegiatan, Mapawima melakukan promosi jalur pendakian gunung Sumbing via basecamp Bimawari supaya ramai dikunjungi dan dapat meningkatkan prekonomian dari masyarakat sekitar. Bentuknya membuat video cinematic dan memposting gambar dan video yang berkaitan dengan basecamp Bimawari.

©Humas WidyaMataram


Share Berita