Home
news
Mahasiswa Korea Melakukan Campus Tour dan Mempelajari Musik Tradisional di UWM

Mahasiswa Korea Melakukan Campus Tour dan Mempelajari Musik Tradisional di UWM

news Selasa, 2018-01-23 - 16:08:34 WIB

Kedatangan mahasiswa Korea dalam rangka Korean Student Internship Program banyak diisi dengan kegiatan yang bersifat menuntut ilmu dalam mengembangkan wawasan Nusantara. Berbagai acara yang telah dijadwalkan dalam program internship memuat perilaku dan nilai-nilai kultural, khususnya budaya Jawa di Daerah Istmewa Yogyakarta (DIY). Lee Sujin (Dept Of Europe Union, Busan University of Foreign Studies) dan Kim Hye Min (Bussiness Administrastion, Dong-A University) merupakan kedua mahasiswa Korea yang berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan tersebut telah mengalami pengalaman yang selama ini di luar dari lingkungan kebudayaan asal mereka.

Hari keempat kedatangan pada Senin (22/01/2018), mereka diajak melakukan campus tour dalam lingkungan Universitas Widya Mataram (UWM) sekaligus mempelajari sekilas sejarah berdirinya kompleks kraton nDalem Mangkubumen hingga berdirinya kampus UWM. Setelah selesai berjalan-jalan di lingkungan UWM, agenda mereka yaitu mempelajari alat musik tradisional Jawa berupa Gamelan. Gamelan merupakan alat musik pukul yang memiliki beberapa tangga nada lagu sebagaimana alat musik lainnya. Beberapa mahasiswa UWM : Madha Wirahuda, Nur Fitriana Hidayati dan Listyaning Mustika menjadi instruktur alat musik gamelan dan pendamping selama kedua mahasiswa Korea tersebut menjalani program internship mereka. Selain mempelajari alat musik Gamelan, Madha juga mengajari mereka bermain dalam lagu-lagu tradisional Jawa seperti Gundul-Gundul Pacul dan Cublak-Cublak Suweng. Menurut Madha, tingkat kesulitan dalam memainkan kedua lagu tradisional ini relatif tidak terlalu sulit sehingga orang asing yang tidak pernah mengetahui kedua lagu tersebut dan alat musik Gamelan sebelumnya pun bisa mempelajari dan memainkannya dengan mudah. Selain memainkan Gamelan oleh kedua mahasiswa tersebut, juga diiringi oleh permainan seruling, sehingga warna musik yang dihasilkan lebih kaya dan beragam.

Menurut Kim Hye Min dan Lee Sujin, keduanya merasakan dalam belajar tentang kebudayaan dan alat musik tradisional Jawa khususnya Gamelan ini memberikan pengalaman yang baru dan menarik terutama karena Gamelan bukanlah alat musik yang sulit untuk dimainkan, sekalipun oleh orang asing. Mereka merasa lebih senang setiap mampu menyelesaikan sebuah lagu tradisional Jawa yang diajarkan oleh mahasiswa UWM yang diajarkan secara bertahap tersebut. ®HumasWidyaMataram


Share Berita