Program Studi Manajemen Universitas Widya Mataram (UWM) mengadakan seminar bertajuk Peran Perusahaan Swasta dalam Perekonomian Indonesia pada Rabu (9/1/2020) di Kampus II UWM Jogja City Mall (JCM). Ketua Prodi Manajemen Ascasaputra Aditya, SE., MBA mengatakan bahwa seminar tersebut secara spesifik berkaitan dengan mata kuliah merupakan seminar pertama yang diharapkan menjadi pionir bagi prodi lain.
“Dari seminar ini mahasiswa akan mengetahui implementasi peran perusahaan swasta dalam perekonomian di Indonesia,” kata Asca dalam seminar yang dihadiri para dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi itu.
Pembicara seminar Bangun Putra Prasetya, SE., M.Sc menjelaskan tentang bagaimana Indonesia maju dan sinergitas dalam pembangunan nasional. Menurutnya, melalui seminar itu, mahasiswa akan mengetahui peran perusahaan swasta dalam mendistribusikan produknya sampai ke user.
“Pemerintah harus bersinergi dengan pihak lain dalam pembangunan nasional menuju Indonesia maju. Hal itu selaras dengan pilar utama pembangunan yakni pemerintah, perusahaan swasta dan masyarakat,” terang Bangun Dosen Fakultas Ekonomi UWM.
Pembangunan nasional, lanjut Bangun, merupakan upaya meningkatkan aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara secara keseluruhan mencakup sumberdaya manusia dan infrasturktur. Pembangunan nasional perlu adanya keselarasan, keserasian dan kesinambungan yang utuh.
“Pembangunan nasional harus bermuara pada tujuan negara sebagaimana tertulis dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Dalam prosesnya, maka perusahaan swasta menjadi mitra pemerintah yang memiliki andil besar dalam pembangunan nasional,” ucapnya.
Bangun menambahkan, perusahaan swasta harus mampu meneyrap tenaga kerja, memenuhi target pendapatan negara, meningkatkan daya beli masyarakat dan menciptakan kreasi dalam dunia usaha.
Selaras dengan yang disampaikan Bangun, narasumber kedua Agri Fajar Giri Putranto, SE (Area Sales Coordinator Smart fren SCJ CI.9) menjelaskan secara mendetail mengenai peran perusahaan swasta dalam pendistribusian produk ke masyarakat. Sebagai perusahaan penyedia jasa internet atau provider internet, Agri mengungkapkan bahwa pendistribusian produk tidak selalu berupa barang namun juga informasi.
“Sebagai perusahaan telekomunikasi, maka yang kami jual adalah jasa, namun internet dapat digunakan harus ada barang berupa kartu perdana, sehingga perusahaan kami menjalani keduanya baik barang dan jasa,” terang Agri lalu menegaskan dengan jaringan internet meningkat semakin cepat dan pendistribusian produk yang semakin masif, maka masyarakat akan semakin mudah mengakses produk dan mendapatkan informasi lebih untuk meningkatkan kualitas masyarakat sehingga akan memberikan impact baik bagi negara.
©HumasWidyaMataram