Musyawarah Besar (Mubes) adalah keniscayaan organisasi ketika akan mengalami dinamika. Hal itu berbicara siapa yang nanti menjadi ketua dan pengurus untuk berkontribusi pada organisasinya. Demikian penggalan sambutan Dwi Astuti, S.Sos., M.Si Dosen Pembimbing Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PMK Paskah Universitas Widya Mataram (UWM) pada Sabtu (29/6/2019).
Pada acara Mubes yang diselenggarakan UKM PMK Paskah tersebut, Dwi mengatakan dirinya percaya bahwa mahasiswa tidak hanya berpikir rasional, namun juga melandasi proses berorganisasi dengan keyakinan.
“Ketika mahasiswa diberikan mandat, Tuhan sudah memberikan kemampuan kepada seseorang untuk melaksanakannya. Jadikan itu sebagai ilustrasi yang menginspirasi”, ungkap Dwi.
Wakil Rektor III Dr. Jumadi, SE., MM mengungkapkan Mubes dilakukan untuk menghasilkan generasi yang siap di utus yakni services atau siap melayani. Hal yang bisa dilakukan adalah membangun kreativitas, sehingga idealnya mahasiswa yang berorganisasi akan lulus lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak berorganisasi.
“Jadikan organisasi kemahasiswaan sebagai wadah yang bisa membekali mahasiswa siap kemana saja dengan bekal kreatif dan inovatif karena dengan begitu lulusan akan siap tempur dimedan apapun”, kata Jumadi.
Menurut Jumadi, tantangan besar pada tahun 2020 lulusan harus bisa menjadi problem solving (pemecah masalah), orang berpikir kritis, memiliki kreativitas, pengelola Sumber Daya Manusia (SDM), orang yang mampu mengoordinasi orang lain, orang cerdas secara emosi, berorientasi melayani, bisa bernegosiasi, dan siap dimana saja.
“Dalam berorganisasi mahasiswa harus mampu menganalisis anggotanya dalam menentukan ketua dan pengurus sehingga menghasilkan mahasiswa dewasa dalam berpikir, bertindak dan mengambil keputusan yang baik untuk menjalankan roda organisasi”, pungkas Jumadi.
©HumasWidyaMataram