Mahasiswa akuntansi perlu menguasai bidang keilmuan aktuntansi sekaligus ketrampilan pendukung non teknis (soft skill) untuk mendukung kesuksesan dalam proses pendidikan dan karir setelah lulus.
Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram Nisfatul Izzah, SE, M.A menyatakan, ketrampilan yang disiapkan saat ini menyangkut praktik manajemen zakat, dan infak serta pelayanan kemanusiaan. Strategi ini bagian dari penguatan kemampuan non teknik mahasiswa sekaligus pelaksanaan pembelajaran dalam sistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Pembelajaran bagi mahasiswa untuk mendapat ketrampilan dengan sistem magang. Dua tempat institusi yang sudah bekerjasama yaitu Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) DIY.
Dalam penjelasannya, Kamis (14/4/2022), Nisfatul Izzah menyatakan, dua lembaga non profit tersebut menjadi tempat para mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan dan pembelajaran MBKM.
Selama magang di dua lembaga tersebut, para mahasiswa prodi akuntansi UWM menjadi anggota relawan Lazismu dan MDMC. Selesai magang, mereka bisa melanjutkan sebagai relawan apabila mahasiswa bersangkutan menyukai kegiatan sosial tersebut.
“Keberadaan mahasiswa dalam jejaring ini diharapkan dapat menjadi pioner kegiatan kemanusiaan,” kata dia.
Pelaksanaan program magang itu disesuaikan dengan kurikulum MBKM pada tingkat prodi akuntansi UWM. Sedang program magang menjadi pelaksanan dalam kurikulum tersebut.
Dalam klausul Kegiatan Pembelajaran MBKM, kegiatan pembelajaran di luar program studi yang dapat diikuti oleh mahasiswa selama maksimal tiga semester baik di dalam maupun di luar perguruan tinggi yang terdiri dari delapan bentuk, meliputi pertukaran mahasiswa, magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, membangun desa/kuliah kerja nyata tematik.
“Kami telah mendampingi mahasiswa melakukan safari ke lembaga-lembaga non profit atau non-governmental organization (NGO). Dua tempat yang dikunjung Lazismu dan MDMC,” ujar dia.
©Humas WidyaMataram