Lulusan Perguruan Tinggi (PT) saat ini dituntut inovatif dan kreatif serta memiliki keunggulan kompetitif untuk dapat bersaing di era yang serba cepat berubah ini. Untuk itu, para alumni PT tidak boleh berhenti untuk belajar dan mengasah pengetahuan dan keterampilannya.
Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec menyampaikan hal itu dalam acara Wisuda Sarjana Ke 55 pada Senin (22/9/2019) di Hotel Sahid Jaya, Yogyakarta. Ketua dan Pengurus Yayasan Mataram (YMY) dan relasi kampus turut hadir dalam acara.
“Wisuda ini barulah awal perjuangan. Persaingan dan evaluasi ketat muncul dalam dunia kerja. Karenanya jangan berhenti meningkatkan kualitas diri,” terangnya lalu menekankan bahwa keberhasilan karir ke depan bukan ditentukan selembar ijazah saat ini, tetapi pada proses pengembangan diri selanjutnya.
Menurut Edy, keberhasilan bukan saja ditentukan dari kompetensi pengetahuan, melainkan juga soft skills seperti leadership, kemampuan berkomunikasi, kemampuan beradaptasi, disiplin, dan sebagainya.
“Saudara bersyukur , ditempa di PT yg didirikan tokoh bangsa Sri Sultan HB IX dan X. Dan sekarang pun di belakang UWM ada nama Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi, Prof. Mahfud MD, Prof. Sofian Efendi, Prof. Sunyoto dan lain-lain tokoh-tokoh nasional yg serius memajukan UWM,” kata Edy.
Dua tahun terakhir ini, Edy menambahkan, UWM bertumbuh pesat, jumlah mahasiswa terus meningkat, sementara secara nasional sebagian besar PT swasta menurun. Tahun lalu jumlah mahasiswa naik 30% dan tahun ini juga naik sekitar 12%, padahal PT swasta lainnya umumnya mengalami penurunan pendaftarnya.
Sementara dari Yayasan Mataram Yogyakarta (YMY), sambutan disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Sunyoto, Dipl. HE.DEA mengatakan ini adalah hari bahagia yang merupakan awal dari proses hidup selanjutnya bagi para wisudawan dan wisudawati UWM.
“Jangan bergerak dengan meninggalkan nilai-nilai budaya,” kata Sunyoto.
Lebih lanjut, Ia berharap agar para lulusan UWM segera memulai menjadi unicorn-unicorn sebagaimana yang sudah muncul pada saat ini. Para lulusan dapat melakukannya dengan bermodalkan kreativitas.
“Kreativitas itu sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain,” jelas Sunyoto lalu menegaskan aspek keberanian untuk memulai juga penting untuk dimiliki para lulusan.
©HumasWidyaMataram