Home
news
Lolos Seleksi Jurnalistik, Mahasiswa Sosiologi UWM Kembangkan Potensi

Lolos Seleksi Jurnalistik, Mahasiswa Sosiologi UWM Kembangkan Potensi

news Jumat, 2020-04-10 - 13:26:07 WIB

Semangat menuangkan pengalaman dari kelas jurnalistik menjadi motivasi tersendiri untuk terus mengasah kemampuan jurnalistik. Komunitas Rantau Berkarya yang berfokus pada bidang karya tulis juga menjadi latar belakang adanya minat untuk terus berkarya.

Hal itu dikatakan M. Darmawan, Mahasiswa Universitas Widya Mataram (UWM) yang lolos seleksi dan saat ini menjadi volunteer kontributor isi majalah MATABUDAYA, yang diterbitkan Dinas Kebudayaan DIY.

“Setelah mendapatkan informasi, saya coba-coba sekaligus ingin mengaplikasikan hasil belajar di kelas jurnalis yang saya pernah ikuti sebelumnya,” ungkap mahasiswa Program Studi (Prodi) Sosiologi yang akrab disapa Awan itu, Kamis (9/4/2020).

Awan menuturkan, saat ini telah disibukkan dengan tugas liputan budaya mengikuti agenda pada kalender kebudayaan yang diberikan Dinas Kebudayaan DIY. Majalah MATABUDAYA merupakan majalah kronika kebudayaan triwulanan. Dirinya sempat mengikuti pelatihan penyiapan kontributor konten dalam sistem editorial keredaksian majalah MATABUDAYA.

“Pengalaman menjadi jurnalis ini teramat berharga, terlebih pendamping dan pengawas dari Dinas Kebudayaan sangat terbuka saat ditanya tentang jurnalistik,” kata mahasiswa semester empat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu.

Meskipun terkendala pandemi Covid-19, lanjut Awan, tidak menyurutkan semangat menulis. Tulisannya juga sudah pernah dimuat di Balai Bahasa Yogyakarta dalam bentuk Antologi Pemikiran dengan judul Menangkis Intoleransi melalui Bahasa dan Sastra. Belum lama essay yang ditulisnya juga lolos dan akan dibukukan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta.

“Proyeksi ke depan berkaitan tentang jurnalistik, setidaknya saya harus bisa mengembangkan website Komunitas Rantau Berkarya disamping saya sekarang juga mau mengelola website Sosiologi. Saya berharap di tengah gencarnya informasi yang tidak bisa dikontrol ini, teman-teman mahasiswa harus berdiri untuk menghasilkan karya tulis,” kata Awan.

Awan juga mengajak supaya para mahasiswa mau bergelut dalam dunia jurnalistik untuk menjaga kebenaran informasi. Dengan begitu, mahasiswa dapat berperan dalam mengontrol kebijakan pemerintah melalui gagasan yang berdasarkan data.

Wakil Rektor III, Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si., mengungkapkan, budaya literasi di tengah keterbukaan informasi harus terus dipupuk. Menulis adalah salah satu cara membuka diri utk sadar literasi, karena dengan menulis pasti mau membaca. Mahasiswa yang ikut dalam dunia jurnalistik pasti akan memiliki etika dalam menulis sehingga dapat menghindari plagiasi.

“Pers mahasiswa berkorelasi signifikan dengan budaya literasi. Oleh karena itu setiap kampus akan terbantu dengan adanya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) jurnalistik. Melalui wadah UKM mahasiswa bisa menjadi bagian dari citizen journalism,” tutur Puji.

Sementara itu Paharizal, S.Sos., MA., Ketua Prodi Sosiologi menegaskan, manusia dituntut memiliki kemampuan ganda atau multitasking pada era revolusi industri 4.0. Begitu juga dengan mahasiswa Sosiologi UWM yang dituntut tidak hanya duduk di perpustakaan atau membuka gawai membaca referensi yang ada. Mereka harus mampu menuangkan pemikirannya dalam bentuk karya – karya yang dapat mengedukasi masyarakat.

“Kegiatan yang dilakukan Awan adalah suatu bentuk dari kemampuan multitasking yang harus terus dikembangkan sehingga dapat mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial,” tutup Paharizal.

©HumasWidyaMataram


Share Berita