Home
news
Lokakarya E-Commerce oleh BEM UWM: Menyemai Jiwa Wirausaha Digital di Kalangan Mahasiswa

Lokakarya E-Commerce oleh BEM UWM: Menyemai Jiwa Wirausaha Digital di Kalangan Mahasiswa

news Kamis, 2025-06-05 - 00:40:57 WIB

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menyelenggarakan Lokakarya E-Commerce di Auditorium Kampus Terpadu UWM pada Senin (2/6). Kegiatan ini dihadiri oleh para pimpinan Universitas, yakni Rektor, Wakil Rektor I, II, dan III, serta diisi oleh narasumber utama, Intan Permatasari, S.T., M.Sc., dosen Program Studi Teknik Industri yang juga memiliki pengalaman langsung dalam dunia e-commerce.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec, Rektor UWMmemberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini, menurut Rektor, bertujuan untuk mengenalkan program e-commerce dan menanamkan semangat entrepreneurship di kalangan mahasiswa. "Melalui workshop ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga diajak untuk memahami cara mengimplementasikan e-commerce dalam kehidupan nyata," ujar Guru Besar Ilmu Ekonomi ini.

Dalam lokakarya tersebut, Intan membuka sesi dengan mengajak peserta mengenali kekuatan dan passion pribadi mereka melalui konsep Ikigai, sebuah filosofi Jepang yang menggabungkan makna kehidupan dan nilai. Setelah itu, ia mengulas secara komprehensif seluk-beluk e-commerce, mulai dari sejarah, jenis-jenis platform, hingga keunggulan dan kelemahan yang perlu dipahami sebelum terjun ke dunia digital. Intan menekankan bahwa e-commerce bukan hanya soal berjualan secara online, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan nilai, membangun cerita, dan membangun kedekatan dengan pelanggan. 

"e-commerce tidak terbatas pada toko online saja, tetapi mencakup beragam sektor seperti usaha dagang, usaha jasa, usaha industri, usaha pertanian, usaha perikanan, usaha pertambangan, usaha konstruksi, usaha pariwisata, usaha teknologi informasi, usaha keuangan, usaha formal dan informal," ujarnya

Sesi utama workshop ini berfokus pada delapan strategi unik dalam mengembangkan usaha lewat e-commerce. Strategi pertama adalah “Niche is the New King”, yaitu menarget pasar kecil yang loyal dan belum banyak pesaing. Kemudian dilanjutkan dengan “Story-Selling”, di mana penjual didorong untuk menceritakan kisah di balik produk mereka guna menyentuh sisi emosional konsumen. Strategi lainnya termasuk konsistensi dalam membuat konten harian, menciptakan kemasan produk yang unik dan menarik, serta membangun program langganan atau membership yang menciptakan rasa aman bagi pelanggan.

Intan juga menekankan pentingnya kolaborasi lokal antar pelaku usaha, serta bagaimana memaksimalkan percakapan melalui chat menjadi peluang penjualan (“Dari Chat Jadi Cuan”). Salah satu poin menarik lainnya adalah pemanfaatan siaran langsung di berbagai platform seperti Shopee Live, TikTok Live, dan Instagram Live untuk menjalin koneksi dan meningkatkan kepercayaan pelanggan secara real-time.

Selain pemaparan materi, para peserta juga mengikuti praktik langsung yang mencakup pembuatan akun di marketplace, proses unggah produk, hingga simulasi transaksi online. Lokakarya ini ditutup dengan sesi motivasi yang mengingatkan peserta agar tidak membandingkan diri dengan toko besar, tetap konsisten membangun brand, dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk tumbuh.

Dengan perkembangan teknologi dan internet, berbagai bentuk usaha kini dapat dijalankan secara daring melalui platform e-commerce. Lokakarya ini membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang-peluang usaha yang bisa digarap sesuai dengan minat dan latar belakang masing-masing. Kegiatan ini menjadi juga menjadi salah satu semangat dalam UWM dalam mencetak lulusan yang berjiwa wirausaha, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.


Share Berita