Home
news
LLDIKTI V Selenggarakan Coffee Morning Aplikasi Pandawa

LLDIKTI V Selenggarakan Coffee Morning Aplikasi Pandawa

news Senin, 2023-10-09 - 08:38:24 WIB

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V menyelenggarakan Coffee Morning pada Minggu (8/10/2023). Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi Pandawa, yang merupakan aplikasi satu pintu untuk semua layanan di LLDIKTI V. Tujuannya adalah untuk memudahkan layanan dan mewujudkan satu data terintegrasi LLDIKTI V.

Sebelum acara ini, diselenggarakan Gowes bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) V, yang bertema “Kayuh Progres Percepatan Pendidikan Tinggi Unggul.” Acara tersebut merupakan peringatan Ulang Tahun LLDIKTI V yang ke-56, yang diikuti oleh 101 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan peserta 500 orang ini start dan finish di LLDIKTI V. Jarak yang ditempuh oleh para peserta sejauh 21 kilometer.

Narasumber dalam acara Coffee Morning ini adalah Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng. yang merupakan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Prof. Dr. Sri Suning Kusumawardani, S.T, M.T. dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdikbud, Kepala LLDIKTI V Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D., dan Dr. Didik Wardaya, S.E., M.Pd. yang merupakan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Acara ini dimoderatori oleh Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. yang merupakan Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM).

Prof Nizam pada kesempatan ini menyampaikan bahwa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi mahasiswa bertujuan supaya mahasiswa memperoleh pengalaman diluar kampus. “Untuk perguruan tinggi, bagaimana riset-riset yang dilaksanakan dapat menjawab permasalahan di masyarakat, membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan membangun masyarakat yang berkelanjutan,” tambahnya.

Prof Suning dalam pemaparannya mengatakan bahwa merdeka belajar episode 26 akan dapat dipakai berkaitan dengan transformasi perguruan tinggi.

Prof Aris mengemukakan bahwa Pandawa diluncurkan karena aplikasi-aplikasi cukup banyak dan terpisah-pisah dengan sub domain yangg berbeda. “Pandawa merupakan gerbang digital untuk kemudahan digital, dan terdapat beragam layanan didalamnya. Keunggulannya adalah untuk akses satu pintu memudahkan semua stakeholder,” tegasnya.

Kepala Disdikpora DIY mengemukakan bahwa pendidikan khas ke-Jogja-an berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang pendidikan berbasis budaya. “Hamemayu hayuning bawono, sangkan paraning dumadi, manunggaling kawulo gusti merupakan beberapa nilai budaya yang dapat diaplikasikan. Apa yang harus dilakukan untuk dapat mempercantik bumi, memiliki semangat mencapai target dan pantang menyerah, menanamkan nilai-nilai keserasian antara atasan dan bawahan. Yang terpenting adalah bagaimana menyisipkan nilai-nilai tersebut didalam pembelajaran,” kata Didik.

Humas@UWM

 


Share Berita