Pelaksanaan Malam Keakraban (Makrab) dan Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi mahasiswa. Hal itu menjadi modal penting karena mahasiswa akan membutuhkannya dalam memimpin lembaga pada masa depan. Demikian disampaikan Cahya Purnama Asri, SE., MM Kepala Biro III Universitas Widya Mataram (UWM) dalam sambutan pelepasan acara Makrab dan LDKO UKM PMK Paskah Sabtu (19/10/2019 di halaman Pendopo Agung UWM.
“Saya harap peserta dan panitia bisa saling melengkapi dan membantu sehingga bisa akrab dan lebih mengenal satu sama lain. Dalam kaitannya dengan regenerasi maka materi yang diberikan agar perhatikan,” kata Cahya.
Usai pelepasan, acara Makrab dan LDKO dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan lainnya di Daerah Kaliurang Yogyakarta. Chaklin Thalia selaku Ketua Panitia mengutarakan acara dilaksanakan dengan tema Membentuk Pemimpin yang Berjiwa Kristiani, Kreatif dan Total demi Mewujudkan Persaudaraan dalam Kasih. Tema tersebut mengandung maksud supaya mahasiswa merasa memiliki terhadap UKM dan dapat meningkatkan soft skill mahasiswa.
“UKM PMK Paskah sebagai organisasi kegamaan berinisiatif mengadakan kegiatan untuk membentuk karater dan menyatukan mahasiswa baru, khususnya mahasiswa kristiani di lingkungan UWM,” jelas Chaklin.
Senada dengan itu Dwi Astuti, S.Sos., M.Si sebagai Dosen Pembina UKM PMK Paskah menuturkan acara ini diselenggarakan untuk membangun keakraban dan motivasi bagi peserta.
“UKM PMK Paskah hadir sebagai wadah bagi mahasiswa Kristen dan Katolik untuk mengapresiasikan kegiatan yang bersifat spiritual diluar yang didapatkan di kelas. Organisasi ini juga sebagai tempat untuk mengantarkan mahasiswa dalam menempuh studi dengan lancar,” kata dosen Sosiologi yang kerap disapa Asti itu.
Asti menandaskan hal penting untuk menempuh perkuliahan dengan lancar tersebut adalah bekerja keras dan bisa menghadapi persoalan dengan baik. Dia berharap mahasiswa memiliki jiwa pemimpin setidaknya bisa memimpin diri sendiri.Mahasiswa juga harus kreatif dengan mampu menemukan pecahan solusi pada saat menghadapi masalah. Di samping itu, memimpin juga harus tulus dan kasih.
Sementara itu, Dr. Jumadi, SE., MM Wakil Rektor III menyampaikan untuk mencapai cita-cita mahasiswa maka UKM ini bisa menjadi jembatan. Orang yang belum ikut organisasi hanya bisa memecahkan masalah biasa, namun bagi yang berpengalaman organisasi bisa mencari peluang masa depan.
“ Kreativitas bisa diasah melalui membaca buku, banyak diskusi dan piknik. Setiap yang ada di alam ini bisa kita baca dan bisa dijadikan pelajaran sehingga bisa memikirkan sesuatu yang baru dan belum dipikirkan orang lain. Dengan begitu selanjutnya dapat melakukan sesuatu yang baru dibanding yang sudah dilakukan orang lain,” kata Jumadi.
Dalam konteks manajemen, Jumadi menambahkan, umat itu adalah masyarakat atau pelanggan. Sedangkan dalam konteks spiritual umat itu jamaah yang harus dilayani. Kalau UKM ini bisa melayani jamaahnya berarti segment pasarnya lebih banyak artinya peluang untuk mendapatkan kasih itu lebih besar.
©HumasWidyaMataram