Koperasi Universitas Widya Mataram (UWM) sangat potensial memajukan usahanya karena keberadaannya mendapat dukungan dari sivitas akademika, baik kalangan dosen maupun tenaga kependidikan.
Pandagan ini disampaikan oleh dosen akuntansi Fakultas Eekonomi (FE) UWM yang melaksanakan pengabdian masyarakat pada di Koperasi Karyawan Widya Mataram (kopkarwima).
Dua dosen yang melakukan pengabdian Wuku Astuti, SE., M.Ak.,Akt dan Nisfatul Izzah, SE., M.A, dalam forum dengan tajuk “Peningkatan Kesejahteraan Keluarga. Wuku Astuti, SE., M.Ak.,Akt mempresentasikan Peran koperasi Dari Anggota Untuk Anggota, sementara Nisfatul Izzah, SE., M.A menyampaikan materi tentang “Optimalisasi Peran Koperasi dalam mensejahterahkan Anggota “
Wuku Astuti menyatakan, koperasi karyawan UWM bisa memainkan peran menyejahterakan sivitas akademika dari kalangan dosen maupun tenaga kependidikan apabila pengelola bisa memahami peluang, kekuatan, dan kelemahan koperasi.
“Koperasi kita bisa lebih maju apabila kita bisa melakukan analisis kekuatan (strengths) kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) atau SWOT. Kemudian koperasi melakukan pembenahan atas hasil analisis itu,” kata dia di hadapan 26 pengurus dan anggota koperasi yang mengikuti kegiatan pengabdian di Ruang Nehru UWM, Senin (18/4/2022).
Dia menegaskan, koperasi UWM memiliki potensi dari segi keanggotaan dan sumber daya keuangan dari para karyawan. Para karyawan yang menjadi anggota koperasi mencapai 80%. Potensi anggota ini menjadi peluang koperasi untuk pengembangkan usaha koperasi yang selama ini dibatasi pada usaha simpan pinjam.
“Koperasi telah berbadan hukum dan bersertifikat, mayoritas karyawan UWM sudah bergabung di dalamnya. Itu semua modal untuk pengembangan usaha koperasi. Kalau koperasi berkembang, maka kesejahteraan anggota meningkat.”
Nisfatul Izzah, SE., M.A menyatakan, optimalisasi peran koperasi dapat memenuhi kebutuhan dalam mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya. Strategi memajukan koperasi dalam jangka pendek dengan pengembangan kapasitas (capacity building) meliputi pengembangan sumber daya manusia, penguatan organisasi, reformasi kelembagaan, partisipasi kontributif anggota dan diversifikasi usaha.
Diversifikasi usaha sebagai langkah untuk memperluas pasar. Ketika produk yang dipasarkan bervariasi, sesuai dengan kebutuhan anggota dan lembaga (UWM), bahkan pasar luas, koperasi memiliki keunggulan bersaing.
Menurut dia, sukses bisnis koperasi tidak hanya berdampak pada kesejahteraan anggota. Keluarga anggota dan warga lainnya bisa ikut meningkat kesejahteraannya saat ada sentuhan dari koperasi.
Produk yang dijual, menurut dia, tidak terpaku bentuk barang. Koperasi bisa menjual jasa misalnya konsultasi hukum yang dikelola dan kerjasama dengan Fakultas Hukum.
Nisfatul Izzah menegaskan, kemajuan koperasi itu bisa tercapai dengan dukungan anggota koperasi dan para pimpinan fakultas dan prodi.
©HumasWidyaMataram