Home
news
Karya “Samudra Kehidupan”, Terkoleksi Saat sedang Dipamerkan di UWM

Karya “Samudra Kehidupan”, Terkoleksi Saat sedang Dipamerkan di UWM

news Jumat, 2023-03-24 - 08:29:09 WIB

Pameran Tunggal Satu Karya (Solo Artwork Exhibition/SAE) di Studio Podjok Ngasem TV Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta edisi 6-15 Maret 2023 mempresentasikan karya seniman-perupa muda Bahaudin. Udien –demikian koleganya memanggil- menampilkan satu karya lukisan terbarunya berjudul ‘Samudra Kehidupan’.

Karya lukisannya mudah dikenali dari pemilihan warna soft pastel, objek-figur kartun/karikatural yang jenaka dengan mata besar dan topeng ala Robin, serta komposisi bentuk-warna yang ringan.

Dalam karya terbarunya ‘Samudra Kehidupan’ secara ringan Udien menyampaikan pesan semangat juang, perdamaian, dan cinta kasih dalam karya berukuran 100 cm x 150 cm dengan medium cat akrilik dan cat dekorfin di atas kanvas melalui hadirnya simbol-simbol pada figur remaja mendayung perahu kayu yang dipenuhi muatan buah-buahan serta buku-buku, ombak lautan merah jingga, serta satwa-satwa yang bermain : lumba-lumba, merpati, camar, kelinci.

Penanggungjawab SAE-UWM menjelaskan selalu ada hal baru dalam setiap edisi Solo Artwork Exhibition/SAE yang telah digelar sejak September 2020 utamanya dalam memproduksi dan mereproduksi pengetahuan.

“Sejak diluncurkan oleh Rektor UWM Prof. Dr. Edy Suandi Hamid. M.Ec pada September 2020, ruang ini (SAE-UWM) memang diikhtiarkan untuk ruang presentasi karya seniman. Tentu dengan keterbatasan terlebih saat peluncuran pandemi COVID-19 dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk perjumpaan langsung. Ada banyak regulasi pembatasan. Alhamdulillah, sampai saat ini kita mencoba konsisten memberikan ruang yang sangat terbatas ini.” Jelas Puji Qomariyah.

Lebih lanjut Puji menambahkan hingga saat ini SAE periode kedua tengah berlangsung untuk edisi keenam belas telah mempresentasikan karya dari tiga puluh tujuh seniman dengan berbagai jenis karya seni mulai dari lukisan, patung/sculpture, printmaking, keramik, batik, fotografi, street art, sampul-ilustrasi buku, hingga karya komik. SAE juga memberikan ruang bagi seniman muda, seniman nonakademik, dan seniman eksperimental dalam jumlah dan komposisi yang berimbang. Ini menjadi hal baru bagi sivitas akademika UWM.

“Saat empat hari karya terpajang, Udien berkabar bahwa karya yang sedang dipamerkan telah diminati oleh seorang kolektor. Saya sampaikan ke seniman bersangkutan pajang karya diselesaikan dulu hingga 15 Maret. Kami tentu turut gembira dengan kabar tersebut, karena presentasi karya bisa berlanjut pada apresiasi di kalangan kolektor.” jelas Puji Qomariyah yang juga WR-3 UWM, Selasa (21/3) sore.

Puji menambahkan program SAE UWM akan terus dikembangkan lebih lanjut agar ikhtiar membuka ruang bagi bertumbuhkembangnya budaya serta upaya memproduksi-reproduksi ilmu pengetahuan tetap bisa berjalan sepanjang waktu.

“Ini bagian dari pengembangan budaya unggul didalam sivitas akademika UWM. Tentunya rentangan tangan dari masyarakat luas sangat kami nantikan. Kami akan selalu menyambut kehadiran masyarakat luas untuk merentangkan tangan bersama. Bersinergi dan berkolaborasi.” pungkas Puji Qomariyah.

 

©Humas UWM. 2023.


Share Berita