Home
news
Inovasi Penanganan Limbah Peternakan Babi: Menjaga Lingkungan Bersih di Kampung Sumodaran

Inovasi Penanganan Limbah Peternakan Babi: Menjaga Lingkungan Bersih di Kampung Sumodaran

news Jumat, 2024-05-31 - 08:52:35 WIB

Limbah peternakan babi yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama dalam hal polusi udara dan air. Warga Kampung Sumodaran mengeluhkan bau tidak sedap yang mencemari lingkungan mereka, terutama pada sore dan malam hari. Menanggapi keluhan warga tersebut, tim dari Program Studi (Prodi) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) menginisiasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk mengatasi masalah ini pada rentang bulan April-Mei 2024 yang diketuai oleh Ir. YE. Suharno, MT., IAI.

"Kami menerima banyak keluhan dari warga sekitar terkait bau tidak sedap yang berasal dari peternakan babi. Ini mendorong kami untuk melakukan aksi nyata guna mengurangi dampak pencemaran tersebut," ungkap Suharno.

Kegiatan PkM yang dilakukan oleh Suharno bersama tim dosen dan mahasiswa dari Prodi Arsitektur FST UWM, berlangsung di peternakan babi milik Ibu Nyah Liem Candra, Kampung Sumodaran, Banyuraden, Gamping, Sleman pada bulan April hingga Mei 2024. Dalam kegiatan ini, tim melakukan penataan ulang saluran limbah dengan sistem tertutup dan memanfaatkan eco-enzyme untuk mengatasi pencemaran udara.

"Pemakaian saluran tertutup sangat efektif dalam mengelola limbah cair peternakan babi, sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan membantu dalam pemeliharaan saluran irigasi. Kami juga memanfaatkan eco-enzyme sebagai cairan pembersih untuk mengatasi bau tidak sedap," tambah Suharno.

Menurut literatur, eco-enzyme adalah cairan pembersih yang terbuat dari limbah jeruk (Citrus sp.) dan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli. "Keuntungan lain dari eco-enzyme ini adalah mudah dibuat dan menggunakan bahan-bahan yang murah dan mudah didapat. Mitra kami, Ibu Nyah Liem Candra, menyatakan bahwa penggunaan eco-enzyme sangat membantu dalam mengurangi bau tidak sedap di sekitar peternakan," jelas Suharno. 

Dengan penerapan solusi ini, diharapkan pencemaran lingkungan di Kampung Sumodaran dapat diminimalisir, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi warga sekitar. Upaya ini juga menjadi contoh konkret bagaimana pengelolaan limbah yang baik dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

©HumasUWM


Share Berita