Hal-hal yang dulunya nyaris tidak terpikirkan ternyata dapat terjadi sebagai dampak pandemi Corona yang telah mengubah segala aspek kehidupan bangsa di dunia, termasuk Indonesia. Dalam bidang bisnis, semuanya sudah terbukti bahwa hampir semua yang tadinya belum menjalankan bisnis online dapat berevolusi menuju bisnis online, termasuk di pasar tradisional pada beberapa wilayah.
“Setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya, oleh karena itu disaat seperti ini hanya orang yang kreatif dan inovatif yang akan dapat mengambil atau menangkapnya yang mengubah kelemahan menjadi kekuatan dan ancaman menjadi peluang,” kata Dr. Jumadi, SE., MM, Wakil Rektor I Universitas Widya Mataram (UWM), Rabu (24/4/2020).
Jumadi mengatakan, Indonesia dianugerahi gususan pulau yang jumlahnya ribuan dengan segala kesuburan tanahnya dan berbagai kandungan mineral di dalamnya. Namun belum seluruhnya dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat karena keterbatasan teknologi yang digunakan untuk mengeksplorasinya.
Selain kandungan mineral, lanjut Jumadi, Indonesia juga mempunyai potensi Industri berbasis pada pertanian, perkebunan, kelautan, aneka tambang, dan lain sebagainya. Namun potensi yang sangat besar tersebut belum dapat dioptimalkan juga. Hal ini terjadi karena para milenial enggan untuk menjadikan petani sebagai profesi yang bergengsi untuk digeluti. Oleh karena itu segalanya dapat diubah pada momen pandemi Corona ini sehingga menguatkan Revolusi Industri 4.0 yang tidak hanya di bidang bisnis ritail, jasa transportasi, keuangan, pengiriman barang, kesehatan, dan makanan.
“Untuk dapat menarik minat anak muda menggeluti bidang pertanian maka industri pertanian di Indonesia idealnya mengikuti proses produksinya dengan konsep digitalization of production atau konsep produksi bidang pertanian yang berbasis teknologi digital,” terang Ketua Ikatan Dosen Republik Indonesia (IDRI) DIY itu.
Jumadi menjelaskan, dengan adanya pandemi Corona, banyak daerah yang mendesain drone untuk menyemprotkan disinfektan di berbagai sudut kota. Ide tersebut dapat dikembangkan dalam industri pertanian yaitu dengan memanfaatkan teknologi drone untuk menyemprotkan pestisida dalam pemberantas hama bagi produk pertanian serta dapat dirancang untuk pengairan jenis-jenis tanaman tertentu sesuai dengan karakterisiknya.
“Jika hal ini dapat dimobilisasi dalam praktek dan penggunaannya maka petani milenial akan tumbuh dengan signifikan. Teknologi seperti ini dapat digunakan untuk daerah yang sulit dalam penyediaan air bahkan sulit dalam menjangkau medan pertaniannya. Dengan pemanfaatan digitalization of sustainable production dalam industri ini dapat menjadikan industri pertanian di Indonesia menjadi Industri yang diminati oleh kalangan milenial,” pungkasnya.
©HumasWidyaMataram