Home
news
Ilmu Komunikasi UWM Dorong Anak Muda Dusun Semail Tingkatkan Literasi Media Digital

Ilmu Komunikasi UWM Dorong Anak Muda Dusun Semail Tingkatkan Literasi Media Digital

news Jumat, 2026-08-14 - 15:49:38 WIB

Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta mendorong peningkatan literasi media digital di kalangan anak muda Dusun Semail, Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Sabtu (13/6) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Literasi Media pada Anak Muda”. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Karang Taruna Semail sebagai mitra sasaran.

Kegiatan dipimpin oleh Bagus Ajy Waskyto Sugiyanto, M.A., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, dengan tujuan meningkatkan kemampuan anak muda dalam memahami, menganalisis, dan menggunakan media digital secara kritis. Peserta juga didorong untuk berperan sebagai agen literasi media di lingkungan keluarga dan pertemanan.

Program tersebut dilaksanakan sebagai respons terhadap semakin besarnya peran media digital dalam kehidupan sehari-hari. Di satu sisi, media digital memberikan kemudahan dalam memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, di sisi lain, penggunaan media juga menghadirkan berbagai persoalan, seperti hoaks, cyberbullying, konten kebencian, serta penyalahgunaan media digital.

Dusun Semail dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena memiliki komunitas anak muda yang aktif melalui Karang Taruna. Organisasi tersebut memiliki sekitar 60 anggota yang secara rutin melakukan pertemuan setiap bulan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal sosial dalam pengembangan literasi media di tingkat komunitas.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan sejumlah metode, yakni refleksi, ceramah, simulasi, dan diskusi. Tahapan kegiatan diawali dengan persiapan dan perizinan, observasi mengenai penggunaan media digital oleh masyarakat sasaran, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi.

Untuk membangun interaksi antara fasilitator dan peserta, kegiatan diawali dengan permainan perkenalan menggunakan metode “lempar pena”. Peserta dan pengabdi secara bergantian memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan tempat tinggal, cita-cita, harapan, dan kekhawatiran mereka dalam mengikuti kegiatan.

Materi pelatihan kemudian difokuskan pada dua topik utama, yaitu analisis program atau konten media dan pengaruh media. Pada materi pertama, peserta diajak memahami pengertian media serta membedakan berbagai jenis konten pada media lama dan media baru.

Pembahasan juga dikaitkan dengan pengalaman peserta dalam menggunakan media. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya menerima materi secara satu arah, tetapi juga diajak mengidentifikasi dan mendiskusikan pengalaman mereka ketika berinteraksi dengan berbagai platform media digital.

Pada materi mengenai pengaruh media, peserta mengidentifikasi aplikasi digital yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan mendiskusikan dampaknya. Fasilitator kemudian menggunakan permainan “Follow Me”, dengan instruksi “Ikuti Saya” dan “Jangan Ikuti Saya”, sebagai simulasi untuk menggambarkan bagaimana informasi yang tidak jelas atau keliru dapat memengaruhi seseorang.

Peserta selanjutnya diajak mendiskusikan fungsi media, terutama sebagai sarana memperoleh dan menyebarkan informasi. Diskusi diarahkan pada pertanyaan mengenai sejauh mana aplikasi media digital yang mereka gunakan telah memberikan informasi yang bermanfaat serta bagaimana pengguna dapat menyikapi informasi secara lebih kritis.

Pada akhir kegiatan, fasilitator melakukan review terhadap hasil diskusi. Peserta didorong untuk memahami bahwa literasi media merupakan kemampuan bersama yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan disebarluaskan kepada lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan tersebut, UWM mendorong anak muda Dusun Semail tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memahami, mengevaluasi, dan menyikapi informasi secara kritis. Pemahaman tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam interaksi di ruang digital, sekaligus diteruskan kepada keluarga dan lingkungan pertemanan.


Share Berita