Home
news
Idul Qurban, Fakultas Hukum Bagikan Daging kepada Warga nDalem Mangkubumen

Idul Qurban, Fakultas Hukum Bagikan Daging kepada Warga nDalem Mangkubumen

news Jumat, 2018-08-24 - 13:07:19 WIB

 

Hari raya Idul Adha 1439 H atau Idul Qurban memiliki makna untuk senantiasa menumbuhkan niat, ikhlas dan adanya kemampuan secara materi untuk berqurban. Demikian pula dengan hal yang dilakukan oleh Fakultas Hukum (FH) Universitas Widya Mataram (UWM) untuk mengimplementasi Idul Adha tahun ini. Dibawah kepemimpinan Dekan Kelik Endro Suryono, SH., M.Hum FH UWM kembali berqurban satu ekor lembu pada Kamis (23/8/2018).

Penyembelihan diawali dengan doa yang dipandu oleh Suwarjo, S.I.P., M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UWM. Kesempatan FH UWM untuk berqurban ini menjadi berkah tersendiri bagi warga di nDalem Mangkubumen baik dosen, karyawan maupun warga kampung yang menetap disekitar Kampus Sawo Kecik ini. FH UWM membagikan daging qurban kepada warga yang berada di lingkungan nDalem Mangkubumen. Kerelaan FH UWM untuk berqurban sudah terlaksana selama bertahun-tahun sampai saat ini.

Sudah semestinya nilai dan makna berkorban menjadi modal untuk introspeksi diri dan segera berusaha keras untuk bertindak berjuang demi orang lain, masyarakat umum dan negara. Hal tersebut menjadi bagian dari napak tilas pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar. Kelahiran Isma’il yang juga beriringan dengan ujian Allah SWT mengantarkan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar pada kondisi kesulitan air sampai perintah untuk menyembelih Nabi Isma’il. Namun semua ujian dilalui dengan sabar dan ikhlas untuk tetap survive. Sehingga pada tanggal 10 Dzulhijjah umat islam selalu mengenang kembali dalam bingkai perayaan hari raya Idul Adha.

Dengan berqurban ini, FH UWM berharap dapat mengukuhkan jiwa rela berkorban untuk sesama, yang kuat membantu yang lemah dan yang kaya membantu yang miskin. Di samping itu, dengan pembagian daging hewan qurban ini diharapkan dapat memupuk silaturahim warga nDalem Mangkubumen khususnya civitas akademika, sehingga proses dan perjuangan dalam membangun negeri melalui aspek pendidikan dapat berjalan dan sampai pada tujuan yang dicita-citakan. Hal ini seiring dengan peringatan Kemerdekan Republik Indonesia yang ke-73 pada tahun ini. Perjuangan dan pengorbanan masih tetap diperlukan dalam suasana kemerdekaan ini. Kemerdekaan belum sepenuhnya tercapai sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan UUD 1945. ®HumasWidyaMataram


Share Berita