Tradisi Syawalan menjadi manifestasi ajaran agama Islam yang terus dilestarikan masyarakat. Silaturahmi menjadi pilar utama dalam pelaksanaan Syawalan untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Harus disyukuri di tengah pandemi Covid-19 ini tetap dapat melakukan silaturahmi meskipun secara daring. Demikian disampaikan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec dalam penyampaian hikmah syawalan pada acara "Guyub Gayeng Syawalan 1441 H" bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) DIY Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (Kafegama)DIY dan Bank Indonesia (BI) DIY.
“Syawalan mengandung hikmah positif untuk melanjutkan amalan – amalan di bulan Ramadhan yang telah dilewati. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam QS. Al-Imran ayat 133 -134, ” ucap Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) itu pada Kamis (5/6/2020).
Berdasarkan penjelasan ayat tersebut, Prof Edy menyampaikan, melalui Syawalan diharapkan dapat menghilangkan rasa egoisme yang ada pada diri manusia. Diantara hikmah syawalan yang dapat diimplementasikan adalah mengajak kita untuk meneruskan perilaku baik yang sudah kita lakukan selama bulan Puasa.
Syawalan juga mengingatkan untuk terus menyambung tali silaturahmi. Di tengah pandemi Covid-19 yang telah berdampak pada banyak sektor, juga menyiratkan pesan bagi kalangan yang memiliki kecukupan harta untuk memberikan sebagian hartanya kepada kaum duafa dan sesama yang terdampak Covid-19.
“Kita dapat berkontribusi dan berperan untuk meringankan beban negara baik pemerintah pusat maupun daerah dalam menangani persoalan pandemi ini,” kata Anggota Parampara Praja DIY itu.
©HumasWidyaMataram