Pariwisata merupakan industri terbesar tanpa polusi, yang dapat menjadi sumber ekonomi, sosial, budaya, memberikan pendapatan dan manfaat tanpa mengeluarkan polusi dan merusak lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Ascasaputra Aditya, M.B.A. dalam seminar internasional dengan tema “After the 2022 G20 Bali Summit: Indonesia on the Global Stage” pada Selasa-Rabu (24-25/1) di Sahid Jaya Hotel & Convention. Acara ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Northern Illinois University (NIU).
Lebih lanjut, Kaprodi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Widya Mataram (UWM) ini menyampaikan bahwa banyak hal yang dapat mempengaruhi green tourism. “Green product dan green place berkontribusi terhadap green tourism,” tambahnya.
“Green tourism sustainability merupakan determinan terbesar yang mempengaruhi variabel produk, tempat, harga, promosi, distribusi, dan people,” tutupnya.