Industri konstruksi memiliki dampak berbahaya terhadap lingkungan,ekonomi, dan masyarakat. Sehingga perlu diterapkan pasokan tenaga berkelanjutan dimana hal ini dapat diterapkan pada bangunan dengan konsep green building. Hal ini disampaikan oleh Nurina Vidya Ayuningtyas, ST, M.Sc., dosen Program Studi (Prodi) Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) pada Jumat (3/3) di Gedung FST UWM.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka dibentuk green alliances, yang merupakan kerjasama antara kalangan bisnis dengan kelompok lingkungan hidup. “Green alliances juga merupakan strategi yang efektif untuk mengintegrasikan tanggung jawab perusahaan yang berkaitan dengan lingkungan dan tujuan pasar, dimana green alliances ini menggambarkan beberapa cara perusahaan dapat memperoleh berbagai keuntungan,” tambahnya.
Energi terbarukan, seperti matahari dan energi angin, telah menarik banyak perhatian penelitian karena meningkatnya polusi udara dan penurunan cadangan bahan bakar fosil, namun demikian, kekuatan pasokan matahari dan angin tidak dapat diandalkan karena tergantung pada kondisi cuaca alam semesta. Oleh karena itu, sistem daya hibrida, yang biasanya terdiri dari beberapa sumber energi dan penyimpanan energi, biasanya diterapkan untuk memasok tenaga berkelanjutan.
Green building juga diketahui sebagai bangunan yang sustainable atau high performance, dimana sustainable development merupakan pengembangan yang memenuhi kebutuhan pada masa sekarang ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi penerus untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Green building juga merupakan penerapan peciptaaan struktur dengan menggunakan proses sebagai wujud tanggung jawab kepada lingkungan dan diharapkan akan menghemat sumber daya di bangunan selama siklus hidup gedung. “Terdapat beberapa aspek atau elemen yang akan mempengaruhi suatu bangunan dapat diberi label green building, antara lain pengolahan lahan yang efektif, penghematan energi dan penggunaan energi konservasi, penghematan konsumsi air, pemilihan material yang tepat, pengkondisian udara dan penciptaan kenyamana udara dalam ruang serta manajemen lingkungan bangunan,” terangnya.
Humas@UWM