Dalam rangka Dies Natalies ke-36 Universitas Widya Mataram (UWM), kegiatan telah direncanakan dari bulan September hingga Oktober tahun 2018. Dies Natalies UWM sendiri ditetapkan pada tanggal 7 Oktober sejak tahun 1982 yang didirikan oleh Alm. Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan KGPH Mangkubumi (saat ini sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta).
Malam Tirakatan dan Tasyakuran ini bertajuk “Merajut Kebersamaan Mewujudkan Perguruan Tinggi Unggul Berbasis Budaya” yang diadakan pada 6 Oktober 2018 bertempat di Pringgitan nDalem Mangkubumen atau yang kini digunakan sebagai Rektorat Universitas Widya Mataram. Malam Tirakatan dan Tasyakuran ini dihadiri oleh segenap dosen dan karyawan UWM, bersama-sama membangun kebersamaan dan kerukunan dalam satu keluarga besar Universitas Widya Mataram demi memajukan UWM sebagai perguruan tinggi yang unggul dengan tetap mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan sesuai perubahan zaman dan masyarakat,
Ketua Panitia Dies Natalies ke-36 Universitas Widya Mataram, Eman Darmawan, S.T.P., M.P dalam sambutannya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan dies pada tahun ini menggandeng fakultas di lingkungan UWM untuk sama-sama mensukseskan kegiatan. Beberapa rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam memeriahkan dies kata Eman Darmawan, STP., MP yang dalam sambutannya menggunakan bahasa Jawa sebagai salah satu bentuk rasa memiliki budaya Jawa.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Dr. Jumadi, SE., MM mengucapkan syukur serta terima kasih kepada panitia Dies Natalies yang telah bekerja keras mewujudkan serangkaian acara Dies Natalies tahun ini, juga mengajak seluruh civitas untuk merekatkan tali persaudaraan untuk mendukung progress UWM menuju kampus unggul. Lebih lanjut lagi disampaikan pula tentang budaya Jawa yang harus tetap dijaga dalam proses membangun kampus. Momentum dies tidak cukup disyukuri dengan pengucapan saja, namun juga harus diiiringi dengan kerja keras bersama dengan berdasarkan pada 5 hal diantaranya kerja ikhlas, kerja mawas, kerja cerdas, kerja keras dan kerja selaras.
Ketidakdatangan Rektor UWM, Prof Edy Suandi Hamid, M.Ec, karena masih bertugas di Australia diwakilkan oleh istrinya, Emy Rohayati, SH, yang didampingi oleh Wakil Rektor I, Dr. Ambar Rukmini, M.P dan Wakil Rektor II, Wuku Astuti, SE., M.Ak.Akt. Prosesi Tirakatan dan Tasyakuran diawali oleh berdoa bersama oleh segenap hadirin dan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wakil Rektor I, Dr. Ir. Ambar Rukmini, MP. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan malam bersama hingga menghadirkan pembicara, Hormat Pinem, SH, yang merupakan salah satu panitia pendiri Universitas Widya Mataram serta dosen dari Kelik Endro Suryono, SH., M.Hum yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram.
Sebagai salah satu panitia pembentukan Universitas Widya Mataram, Hormat Pinem, SH bahkan masih menyimpan Surat Keputusan pengangkatan dirinya sebagai ketua panitia pembentukan UWM. UWM menyimpan sejarah panjang mengenai keberadaan dan pelestarian nDalem Mangkubumen yang telah berdiri sejak 1784 yang menjadi tempat tinggal dan menuntut ilmu seorang Pangeran Adipati Anom yang kelak juga menjadi Sri Sultan Hamengkubowono VII. UWM terus memegang teguh visi mereka menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis budaya karena menjalankan ideologi dan cita-cita pendiri UWM yang ingin bereksistensi sebagai ruang pendidikan alternatif di kota pelajar dan memiliki ciri khas yang menjadi keunggulan dalam setiap aspek di lingkungan UWM. ®HumasWidyaMataram