Buana berduka,
diterpa musibah....
Borjuis-proletar, Raja-hambasahaya, adidaya-dunia ketiga,
Terancam lara
Apakah pertanda ,
Sangkakala akan membahana?
Sayup-semilir bergema,
Ajakan lebih mendekat kepada-Nya
Tapi, selalu ada hikmah di balik duka,
Laa yukal – lifulla-hunafsan
illa wus aha....
Kini,
Tiada hari tanpa kumpul keluarga,
Tiada masa tanpa makan bersama,
Tiada kala tanpa sholat jamaah,
Tiada kelapangan tanpa Al-Qur’an
Baiti-Jannati
Rumahku – Surgaku
Maka,
Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan?
Bait puisi tersebut merupakan karya yang dibacakan langsung oleh pengarangnya sendiri yakni Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) dalam Webinar Public Figure Baca Puisi, Rabu (15/4/2020). Acara digelar melalui aplikasi zoom clouds meeting dan diikuti Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Pusat, Ketua Dewan Pakar ICMI DIY, Mantan Menteri Pendidikan dan Olahraga, Bupati Sleman, para Rektor, budayawan, dan public figure lainnya, serta para peserta webinar.
Acara yang diprakarsai ICMI tersebut mengangkat tema Empati di Masa Pandemi Corona. Para tokoh dan pejabat dalam webinar secara bergantian melantunkan puisi yang berkait dengan keadaan pandemi corona.
Prof. Dr. Jimly Ashidiqie selaku Ketua Umum ICMI Pusat mengatakan public figure yang merupakan salah satu kekuatan bangsa ini harus kompak menyikapi Covid-19, mengingat persoalan pandemi menyangkut aspek keselamatan.
“Covid-19 telah dialami negara diseluruh belahan dunia sehingga berpengaruh pada aspek sosial, politik dan ekonomi yang mengakibatkan penderitaan pada lebih dari 200 negara di dunia,” ucap Prof. Jimly.
Dampak dari merebaknya virus tersebut, lanjut Prof. Jimly, akan terus berlanjut, bahkan bisa sampai akhir tahun. Oleh karena itu ICMI harus memikirkan jauh lebih besar dan menyumbangkan pemikiran untuk melawan virus tersebut. Puisi Corona karya Yusuf Kalla dibacakan Prof. Jimly pada acara yang juga ditayangkan langsung dimedia Youtube dan Facebook itu.
Prof. Edy yang juga merupakan Ketua Dewan Pakar ICMI DIY mengucapkan terima kasih kepada partisipan yang telah menyampaikan pesan moral melalui karya puisi. Harapannya, ke depan terus berpartisipasi dalam agenda ICMI sehingga identitas sebagai ilmuwan, cendekiawan dan ulul albab itu akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat DIY dan seluruh umat manusia.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UWM, Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si., turut menyumbangkan puisi sederhana Ibu Rumah Tangga. Dalam bait akhir puisinya, Dosen Sosiologi itu menyampaikan pesan moral, meskipun di rumah namun tetap mempererat interaksi dan komunikasi, menjadikan hati tetap bahagia dan menguatkan antibody untuk menghadapi Covid-19.
©HumasWidyaMataram