Digital merupakan bagian dari kehidupan di masa sekarang ini. Perkembangan teknologi digital dalam kehidupan membawa tantangan, tetapi sekaligus membuka peluang-peluang baru bagi kita selaku pengguna. Hal ini disampaikan oleh Dr. Sri Roviana, S.Ag., M.A. dari Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan di Yogyakarta dalam Workshop Literasi Digital: Bermartabat di Dunia Maya pada Selasa (26/9/2023) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia. Acara ini diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Widya Mataram (UWM) Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. Acara ini juga menghadirkan narasumber Jeffry Andhika Putra, S.T., M.M., M.Eng. yang merupakan Dosen Program Studi Informatika Universitas Janabadra di Yogyakarta dan Gusti Fadhil Fitrian Luthfan, S.Sy., M.H. yang merupakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UWM.
Lebih lanjut, Sri Roviana mengemukakan bahwa penggunaan teknologi digital telah membawa kedalam situasi new normal. “Saat ini terdapat situasi yang cenderung volatile, uncertain, complex, dan ambiguous,” tambahnya.
Untuk menghadapi hal tersebut maka diperlukan vision, understanding, clarity, dan agility. “Tidak ada satu cara untuk meraih kesuksesan di masa depan. Kesuksesan bergantung pada keseimbangan antara literasi, inovasi, dan disrupsi,” kata Sri Roviana.
Hal lain yang penting adalah emotional intelligence. Hal ini disebabkan karena Intelligence Quotient (IQ) terlalu sempit, karena mengabaikan elemen-elemen perilaku dan karakter yang esensial. Terdapat area yang lebih luas dari kecerdasan emosional yang menentukan dan memungkinkan kita untuk menjadi sukses.
Hal lain yang perlu digarisbawahi yaitu tentang kompetensi yang berkaitan dengan literasi teknologi dan human literacy. “Diperlukan beberapa kemampuan diantaranya critical thinking and problem solving, creativity and innovation, communication, serta collaboration,” pungkasnya.
Humas@UWM