Home
news
Dosen Ilkom UMY: Etika, Kompetensi, dan Budaya Digital

Dosen Ilkom UMY: Etika, Kompetensi, dan Budaya Digital

news Jumat, 2023-09-29 - 20:45:43 WIB

Etika digital atau digital ethics merupakan kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital (netiquette) dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disampaikan oleh Filosa Gita Sukmono yang merupakan Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam Workshop Literasi Digital: Literasi Digital untuk Anak dan Remaja pada Jumat (29/9/2023) di Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Forum Rektor Indonesia. Acara ini diawali dengan sambutan dari Wakil Rektor III Universitas Widya Mataram (UWM) Puji Qomariyah. Acara ini juga menghadirkan narasumber Reren Indranila yang merupakan pimpinan redaksi Radar Digital dan Arif Lukman Hakim yang merupakan Digital PR Team Member Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Filosa kemudian mengemukakan bahwa perilaku tidak etis kaitannya dengan digital diantaranya perilaku toxic yang merupakan perbuatan yang dirasakan sebagai racun bagi orang lain. “Perilaku lainnya adalah cyberbullying, yang merupakan perilaku agresif dan bertujuan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan pihak lain yang dilakukan suatu kelompok atau individu, menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas Tindakan tersebut,” tambahnya.

Perilaku etis bermedia digital antara lain dengan empati, respek, dan mewujudkan perdamaian. “Empati merupakan kondisi seseorang bisa merasakan pikiran, perasaan, dan keadaan yang sama dengan orang lain. Respek merupakan sikap dan perilaku menghormati dan menghargai sesama. Sedangkan mewujudkan perdamaian merupakan kondisi dan perilaku menghormati dan menghargai sesama,” kata Filosa.

Kecakapan digital berkaitan dengan kemampuan dalam mengetahui, memahami, dan menggunakan perangkat keras serta piranti lunak teknologi informasi dan komunikasi serta sistem operasi digital dalam kehidupan sehari-hari. “Lebih spesifik lagi, kecakapan digital menyangkut dengan kemampuan menganalisis informasi dan data serta berpikir kritis. Akan tetapi, tantangan untuk mencapainya tidaklah ringan,” ungkapnya.

“Kecakapan digital diantaranya adalah mencari informasi yang bersifat umum seperti hiburan dan hobi, serta tugas-tugas yang berkaitan dengan perkuliahan. Dapat juga dengan mengasah keterampilan melalui video-video tutorial,” pungkasnya.

Humas@UWM


Share Berita