Tim dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta melakukan pendampingan lanjutan penggunaan peralatan dan pelatihan digital marketing setelah penyerahan alat yang dilakukan pada tanggal 10 September 2025 kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunga Padi di Desa Blawong, Bantul. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk olahan gadung dan memperluas jangkauan pemasarannya.
Pelatihan yang diberikan mencakup berbagai penggunaan alat modern, seperti Mesin Pemotong Singkong, Mesin Peniris Minyak, Kompor Gas 2 tungku, Oven, Mesin Pres Plastik, dan Mesin Pengering 6 susun. Selain itu, turut diberikan pelatihan dengan menggunakan loyang, wajan, serok, sutil, dan alat pemipih mie. Pelatihan ini dilakukan langsung oleh tim dosen yang dipimpin oleh Iva Mindhayani, S.T., M.T., dosen Program Studi Teknik Industri. Tim juga memberikan pendampingan intensif strategi digital marketing.
Iva menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi KWT Bunga Padi untuk meningkatkan produksi dan diversifikasi produk. "Semoga alat yang diserahkan sebelumnya dan pelatihan yang dilakukan hari ini dapat meningkatkan penjualan produk dalam rangka diversifikasi," ujarnya.
Anggota tim lain, Nissa Clara Firsta, S,TP., M.P., dari Program Studi Teknologi Pangan, dan Intan Permatasari, S.T., M.Sc., dari Program Studi Teknik Industri, turut serta memberikan demonstrasi pengoperasian alat. Mereka membimbing para anggota KWT Bunga Padi secara langsung serta memastikan mereka dapat menggunakan alat-alat tersebut secara efektif untuk menghasilkan produk gadung yang berkualitas tinggi. Tujuannya adalah agar produk lokal ini bisa "naik kelas" dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Ketua KWT Bunga Padi, Erni, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dan bimbingan yang diberikan. "Kami sangat mengapresiasi bantuan alat dan ilmu yang diberikan oleh para dosen UWM. Semoga alat yang diberikan dapat meningkatkan penjualan dan digital marketing yang diajarkan dapat diteruskan oleh KWT kami," kata Erni.
Program ini didanai oleh hibah Pengabdian kepada Masyarakat Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) dari Kementerian Pendidikan, Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2025. Melalui kolaborasi ini, diharapkan produk olahan gadung dari Desa Blawong tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga memiliki peluang besar untuk menembus pasar ritel modern, membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan ekonomi anggota KWT.