Home
news
Diskusi ISEI dengan UWM: Pengembangan Potensi Ekonomi Umat

Diskusi ISEI dengan UWM: Pengembangan Potensi Ekonomi Umat

news Senin, 2018-05-21 - 08:06:56 WIB

 

Dalam rangka untuk Pengembangan Potensi Ekonomi Umat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Daerah Istimewa Yogyakarta (ISEI DIY) bekerjasama dengan Universitas Widya Mataram (UWM) mengadakan diskusi pada hari Minggu 20 Mei 2018 di Rumah Makan Sate Klatak Pak Jede Nologaten Yogyakarta. Diskusi dengan tema Pengembangan Potensi Ekonomi Umat tersebut menghadirkan pembicara kunci Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec Rektor UWM dan Dr. Budi Hananto Kepala Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta dan ikuti oleh pengurus ISEI DIY, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram, Kaprodi Manajemen dan Akuntansi Fakultas Ekonomi UWM.

Dalam pemaparannya Prof Dr. Edy Suandi Hamid, M.EC menyampaikan bahwa potensi ekonomi umat Islam sangat besar, bukan saja lingkup Indonesia namun juga dunia, potensi ini selain menggerakan ekonomi umat islam itu sendiri juga semua insan yang ada di muka bumi, sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Perkembangan ekonomi islam khususnya keuangan Islam perkembangannya semakin pesat tidak saja dari negara Islam namun juga negara-negara yang ekonominya kuat mengembangkan ekonominya sesuai prinsip-prinsip keuangan Islam. Dengan potensi yang sangat besar tersebut seharusnya Umat Islam dapat menunjukkan implementasi ajaran Islam di muka bumi ini, namun sayangnya semua itu masih jauh dari menggembirakan. Umat Islam yang 23% ini hanya berkontribusi sebesar 6,6% dari produk domestik bruto dunia. Dalam kontek pengembangan ekonomi Islam memang cenderung masih terbatas pada sektor keuangan walaupun belakangan ini sudah meluas ke sektor riil walaupun masih realatif lambat. Penyebab melambatnya perkembangan ini adalah: pengenalan prinsip-prinsip ekonomi Islam masih terbatas dikalangan umat, keterbatasan sumberdaya manusia, praktek keuangan syariah belum sempurna dan kadang masih dianggap berbau konvensional.

Sementara itu Dr. Budi Hanoto Pimpinan BI DIY menyoroti ekonomi umat dilihat dari keberadaan pondok pesanteran. Menurut Budi Hanoto potensi pesantren dalam pembangunan nasional sangat strategis karena pesantren mempunyai fungsi: Sebagai pengkader pemikir agama, lembaga yang mencetak Sumber Daya Manusia (SDM), lembaga yang dapat melakukan pemberdayaan ekonomi Umat.
Pesantren diharapkan dapat melakukan perubahan pengelolaan yang lebih baik, pembiayaan pengembangan pesantren dari dana Corporate Social Responsibillity (CSR), membuat holding bisnis, dan mencangkokkan dana UKMK kepada pesantren. Untuk itu BI DIY membuat Road map yaitu: menanamkan mindset wirausaha, meningkatkan kemampuan dibidang keuangan, dan masuknya koperasi masuk ke pesantren. Namun hal ini juga masih mengalami masalah yaitu: rendahnya SDM santri, pemilik dan pengelola masih tercampur, pesantren tidak mudah untuk dimasuki pihak luar (masih tertutup), kelemahan dalam bidang IT, masalah legalitas, dan kurangnya pemasaran.

Dr. Jumadi, SE., MM yang juga Wakil Rektor III UWM menyampaikan bahwa Potensi Ekonomi Umat ini sangat besar mengingat Indonesia memiliki SDM yang cukup banyak dengan kesamaan ideologi dan ketakwaan serta sumber daya Alam yang melimpah yang menjadi potensi ekonomi umat. Namun menurut Dr. Jumadi hal ini dapat mewujudkan pemberdayaan ekonomi umat manakala minimal dapat mengintegrasikan tiga bidang yang mendasar yaitu: pertanian, peternakan dan perikanan. Jikalau ketiga potensi ekonomi tersebut dapat dioptimalkan diharapkan akan mewujudkan kemandirian ekonomi umat. Namun lagi-lagi salah satu kendalanya adalah kualitas SDM yang masih terbatas, untuk itu perlu ada sentuhan dana CSR untuk meningkatkan kapabilitas para pelaku sebagai contoh adalah kelompok tani yang mayoritas pendidikannya masih rendah. Mereka yang sudah tidak dapat mengenyam pendidikan secara formal dapat diberikan pembekalan melalui penyaluran CSR pemberdayaan. Hal lain yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan potensi umat ini adalah mengoptimalkan peran koperasi yang selama ini terasa mati terutama KUD.

Sementara itu Dr. Rudi Bahrudin dari STIE YKPN Melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Zakat dan Wakaf terhadap Ekonomi Indonesia. Hasil dari penelitian tersebut bahwa zakat dan wakaf tidak berpengaruh signifikan terhadap ekonomi Indonesia. Karena masyarakat masih ingin untuk melakukan sendiri tidak menyalurkan melalui Lembaga. 

Menurut Dr. Makruf pemberdayaan ekonomi umat jangan mendikotomi milik Islam saja karena aktivitasnya bisa dilakukan oleh diluar islam hanya saja yang terpenting adalah bahwa basik aktivitasnya idealnya sesuai dengan kaidah-kaidah Islami.

Prof. Mudrajat (UGM) menambahkan dalam rangka meningkatkan potensi umat agar tepat sasaran maka dapat difokuskan kepada desa-desa termiskin di DIY, mengingat masih ada 13 desa yang miskin di DIY baik di Kulon Progo maupun di Gunungkidul. ®HumasWidyaMataram


Share Berita