Beberapa tahun terakhir telah terbentuk pola baru perdagangan komoditas seiring perkembangan teknologi informasi, dimana transaksi perdagangan komoditas tidak mengharuskan pertemuan secara fisik antara pemilik komoditas dengan konsumen. Hal ini disampaikan oleh Masrul Indrayana, S.T., M.T., Kaprodi Teknik Industri (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UWM pada Jumat (20/1) di Gedung FST UWM.
“Perdagangan dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas yang ada dalam teknologi informasi, dimana bentuk ini dikenal dengan perdagangan dunia maya atau e-commerce,” tuturnya.
Lebih lanjut, Masrul menambahkan bahwa transaksi perdagangan secara elektronik di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat, dalam hal ini teknologi internet khususnya e-commerce memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perdagangan global. “Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu membuat laman perdagangan dunia maya untuk meningkatkan pemasarannya,” katanya.
“Tindakan teknis yang diperlukan dalam membuat model laman perdagangan dunia maya adalah mendiskripsikan setiap jenis produk, menyediakan fasilitas call centre sebagai kepedulian terhadap pelanggan, menyediakan ruang testimoni untuk setiap produk, menghapuskan biaya pengiriman barang, memperbanyak pilihan produk, menyediakan bagian jendela promosi produk, menyediakan fitur pencari produk, menjamin garansi terhadap pengembalian barang dan menyediakan sarana pelacak pesanan,” pungkasnya.
Humas@UWM