Home
news
Darurat Sampah, UWM menjadi bagian dari solusi

Darurat Sampah, UWM menjadi bagian dari solusi

news Rabu, 2022-09-28 - 09:55:02 WIB

Sejak kondisi TPA Piyungan tidak mampu menampung sampah dalam jumlah lebih banyak lagi, pengelolaan sampah di wilayah Yogyakarta masuk status darurat sampah. Data Bappeda DIY menyebutkan pada tahun 2021 setidaknya terdapat 58,2 % sampah yang belum tertangani atau setara dengan jumlah produksi sampah yang mencapai 1.005,43 ton/hari.

Persoalan darurat sampah tersebut terungkap dalam perbincangan Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. host podcast Kutungu di Pojok Ngasem, dengan nara sumber Paharizal, S.Sos., M.A. yang merupakan Kaprodi Sosiologi UWM sekaligus Sekretaris Jenderal dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) UWM.

Keduanya berbincang tentang problem sampah di kota-kota di Indonesia, termasuk di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Topik tersebut terkait dengan riset dan aplikasi pengelolahan sampah domestik atau rumah tangga, yang dikerjakan dalam paket Program GNRM, hasil kerja sama dari Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Forum Rektor Indonesia dengan UWM sebagai salah satu penerima hibah untuk melakukan pengolahan sampah domestik di area Kelurahan Kadipaten, Yogyakarta.

Dalam pelaksanaan, Puji Qomariyah dan Paharizal yang menjadi penanggungjawab penelitian, menjalin kerjasama dengan 15 RW di Kelurahan Kadipaten untuk melakukan pengelolaan sampah organik dan anorganik.

“Saat ini masyarakat di Kelurahan Kadipaten sudah memiliki kesadaran penuh bahwa sampah akan memiliki nilai yang sangat buruk apabila tidak dikelola tetapi apabila dikelola dengan baik akan ada potensi lain yang dapat dinikmati”, kata Paharizal.

Dia berharap, riset sekaligus aplikasi pengolahan sampah domestik di area Kelurahan Kadipaten, Yogyakarta dapat mendorong perubahan pola sikap, pikir, dan perilaku masyarakat. “Kita ingin membudayakan mereka bagaimana ketika melihat sampah yang seolah-olah tidak memiliki nilai dapat di eksplorasi agar memiliki nilai.” tutur Paharizal.

Tim GNRM UWM mencoba bersama masyarakat Kadipaten untuk terus membangun kesadaran masyarakat mulai dari lingkungan rumah tangga agar mengurangi jumlah volume sampah yang dhiasilkan. Yang kedua tim ini berusaha untuk mendorong masyarakat untuk memiliki keahlian untuk mengolah sampah. Selanjutnya UWM berencana untuk memfasilitasi pendistribusian hasil recycle dari masyarakat.

Berdasarkan pengamatan, warga setempat sudah cukup banyak dalam pengelolalaan sampah dari segi di pemilahan, dan pengolahan sampah menjadi E4 atau ecoenzyme.  Dari segi lingkungan, warga Kadipaten telah memanfaatkan hasil sampah untuk pupuk tanaman di jalan-jalan kampung.

Bagaimana cerita lebih lanjut, simak perbicangan  di kanal Youtube Kutunggu di Pojok Ngasem atau melalui pranala https://youtu.be/pd1AFSyNQnk

Rizqi Samera – Humas UWM


Share Berita