Brand minded atau disebut dengan loyal buyers atau pembeli setia, merupakan golongan konsumen yang akan selalu update terhadap perkembangan produk dari brand kesukaan mereka. Perilaku ini sebenarnya memberikan keuntungan bagi perusahaan karena mereka memiliki pembeli yang selalu setia terhadap produk mereka. Hal ini diungkapkan oleh Shulbi Muthi Sabila Salayan Putri, S.I.Kom., M.I.Kom., yang merupakan Kaprodi Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM).
Shulbi menyampaikan bahwa ketika seorang konsumen tidak lagi mempertimbangkan segi fungsional dan nilai ekonomis dari suatu produk, dapat dikatakan dia telah terjangkit pola pikir brand minded, yang selalu mengacu pada merk produk tertentu. “Penggunaan manusia atas sebuah brand merupakan salah satu cara personalisasi diri, penunjukkan ekspresi bahkan profesi,” tambahnya
Lebih lanjut, Shulbi menunjukkan bahwa brand minded menjadi frame of reference konsumen dalam bertingkah laku dan konsekuensinya akan membentuk pola perilaku tertentu, terutama bagaimana dia ingin dipersepsikan oleh orang lain sehingga mereka memaknai “brand minded” adalah sesuatu yang sangat berkaitan dengan bagaimana ia membentuk image di mata orang lain dan berkaitan dengan status sosial yang disandangnya. “Untuk merefleksikan image inilah dibutuhkan simbol-simbol status tertentu yang sangat berperan dalam mempengaruhi perilaku konsumsinya,” tutupnya.
Humas@UWM