Universitas Widya Mataram (UM) dalam usianya ke-40 perlu meningkatkan daya tampung bagi mahasiswa berprestasi sekaligus keluarganya tidak mampu secara ekonomi. Strateginya kampus ini menambah jumlah mahasiswa yang bisa memeroleh Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
“Ini ladang amal bagi UWM dalam membantu meringankna beban ekonomi bagi mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi tetapi mereka mampu secara akademikl dan berprestasi tinggi,” kata Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V, Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D saat menyampaikan sambutan dalam wisuda period eke-60 kepada 166 lulusan baru UWM di Sahid Jaya Hotel & Convention Yogyakarta, Senin, 14 Maret 2022.
Lembaganya menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika UWM yang telah mengajukan KIP Kuliah sebanyak 392 orang, dan on going bidik misi 22 orang.
“Saya berharap UWM bisa meningkatan jumlah penerima beasiswa KIP Kuliah kepada para calon mahasiswa baru yang berpretasi akademik tetapi ekonomi keluarganya kurang mampu. Kami berharap jumlah yang menerima beasiswa KIP Kuliah setiap tahun ditambah,” kata Aris Junaidi.
Berkaitan dengan para wisudawan, dia menyatakan, pencapaian akademik sampai lulus jenjang sarjana mencerminkan hasil kerja keras, jerih payah para mahasiswa dan doa para orangtua masing-masing.
”Pencapaian para mahasiswa yang diwisuda juga hasil kerja keras rektor dan pimpinan universitas lainya beserta jajarannya,” ujar dia.
Dia menegasksan wisuda ini bagian dari penanda awal kesuksesan mahasiswa dalam menimba ilmu pengetahuan dan langkah berikutnya berkarir. “Jadi usai lulus kuliah, ada yang berkarir, ada pula yang mencari pasangan hidup.”
Walaupun sibuk dengan kerja maupun keluarga, Prof Aris Junaidi mengingatkan agar lulusan perguruan tinggi tidak berhenti belajar setelah lulus kuliah. Tidak ada batasan waktu untuk menempuh ilmu. Maka wisuda harus dilihat sebagai awal mulai hidup, tetapi belajar tidak mengenal batasan waktu.
MBKM Dia menjelaskan juga soal Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Program yang diluncurkan pada wal 2020 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan mahasiswa untuk menambah kompetensinya di luar program studi masing-masing. Yang paling diandalkan mahasiswa magang secara independen bersertifikat. Kuota magang demikian pada tahun ini dibuka sebanyak 15 ribu lebih.
“Dengan mengikuti program MBKM, kampus bisa memiliki kunggulan yang dikembangkan agar hasilnya mahasiswa mampu bersaing pada level nasional dan global,” kata Aris Junaidi.
Wisudawan terbaik UWM telah melaksanakan wisuda angkatan ke-60, diikuti oleh 166 wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 7 orang dari Prodi Manajemen, 4 orang dari Prodi Akuntansi, 128 orang dari Prodi Ilmu Hukum, 9 orang dari Prodi Administrasi Publik, 3 orang dari Prodi Sosiologi, 6 orang dari Prodi Arsitektur, 4 orang dari Prodi Teknik Industri, dan 5 orang dari Prodi Teknologi Pangan.
Sebanyak 53 wisudawan (31.92 %) meraih cumlaude, Indek Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi 3,92 Fredy Dwi Herdhiawan dari Fakultas Hukum. Waktu tempuh studi tercepat yaitu 3 tahun 4 bulan dengan rata-rata 3 tahun 7 bulan 28 hari dan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,40 (tiga koma empat puluh). Wisudawan termuda adalah Hendrika Tresna Wulandari Bone Lau umur 20 tahun 11 bulan 11 hari, dari Fakultas Hukum, sedangkan wisudawan tertua adalah Subarno umur 62 tahun 11 bulan 8 hari dari Fakultas Hukum. Dengan wisuda kali ini, jumlah lulusan UWM telah berjumlah 9.317 orang.
Wisudawan terbaik sebanyak enam orang yaitu Mohammad Wahyu Pratama dari Fakultas Ekonomi (Prodi Manajemen/IPK 3,46), Fredy Dwi Herdhiawan (Fakultas Hukum/Ilmu Hukum/IPK 3,92), Sugianta (Fakultas Isipol/Administrasi Publik/IPK 3,81), Asri Choiri(Fakultas Isipol/Sosiologi/IPK 3,55), Astria Puji Astuti (Fakultas Sains dan Teknologi/Arsitektur/IPK 3,7), Nanda Dwi Purnomo (Fakultas Sains dan Teknologi/Teknik Industri/IPK 3,03).
©Humas WidyaMataram