Kampung Nitiprayan dikenal sebagai kampung seni yang secara geografis terbagi menjadi 4 wilayah RT (Rukun Tetangga). Namun baru RT 1 saja yang aktif dalam setiap kegiatan di kampung tersebut. Hal ini dikarenakan sumber daya manusia di Kampung Nitiprayan sangat terpusat di wilayah RT 1 yang memiliki paling banyak pemuda dan pemudi yang merupakan motor penggerak kegiatan kampung.
Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Widya Mataram (UWM), Latifa Zahra S.I.Kom., M.A dan Bagus Ajy Waskyto Sugiyanto S.I.Kom., M.A melakukan pelatihan penulisan untuk media sosial secara daring pada Selasa, 28 Juni 2020. Pelatihan dilakukan dengan menyasar pemuda-pemudi Kampung Nitiprayan.
“Pelatihan ini adalah seri pelatihan yang sebelumnya pernah dilakukan pelatihan mengenai kegunaan media sosial. Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 sedikit banyak merubah kebiasaan kegiatan yang biasa dilakukan sehingga pelatihan dengan daring mau tidak mau dilakukan,” papar Latifa pada Jumat (31/7/2020). Menurutnya, walaupun kegiatan dilaksanakan secara daring, namun esensi dari pertukaran ilmu tidak berkurang.
Tujuan pelatihan ini, Latifa menambahkan, untuk menambah ilmu tentang penulisan yang menarik untuk media sosial khususnya Instagram. Materi yang diberikan sangat sederhana yaitu konsep 5W+1H yang merupakan dasar penyampaian pesan yang baik.
“Tidak banyak yang paham bahwa menulis untuk membentuk dan menarik perhatian di media sosial bukanlah hal yang mudah. Kejelasan informasi, keindahan narasi tanpa harus berbual tentu juga menjadi beberapa faktor yang mempengaruhi keinginan pembaca untuk menikmati sebuah penulisan,” kata Ketua Prodi Ilmu Komunikasi itu.
Latifa mengatakan bahwa pelatihan juga sebagai upaya dari Prodi Ilmu Komunikasi UWM dalam mendukung pengembangan desa agar lebih berdaya. Pelatihan akan terus dilakukan bersama dengan Kampung Nitiprayan dan bertujuan dapat memperkenalkan kepada masyarakat luas identitas sebagai Kampung Seni sebagaimana brand yang selama ini telah didengungkan.
©HumasWidyaMataram