Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Widya Mataram (UWM) menyelenggarakan Banyuraden Art Festival dengan tema “Harmonisasi Budaya dalam Keberagaman” pada Rabu (3/1/2024) di Pendopo Agung Kampus Terpadu UWM, Banyuraden, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Acara ini dihadiri oleh Wakil Rektor (WR) III UWM Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si., Dekan Fisipol Dr. As Martadani Noor, M.A., dan Wakil Dekan (WD) II Fisipol Dyaloka Puspita Ningrum, S.I.Kom., M.I.Kom. Acara ini diikuti oleh lebih dari 80 orang mahasiswa.
WD II Fisipol dalam sambutannya mengungkapkan bahwa manajemen event sebuah langkah awal menumbuhkan dan memupuk nilai kebudayaan dan kesenian.
Dekan Fisipol dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banyuraden Art Festival wujud dari semangat berkebudayaan dan harmonisasi dalam keberagaman.
Acara ini dimeriahkan dengan fashion show yang bertema “Berkain Berkebaya”, yang diikuti oleh 10 mahasiswa.
Acara dilanjutkan dengan talk show dengan tema “Harmonisasi Budaya dalam Keberagaman” dengan narasumber Muhammad Ilham Fajar, S.S.
Muhammad Ilham Fajar dalam penyampaian materinya menyampaikan tentang modernisasi budaya batik. “Batik merupakan proses menggambar atau menulis pada kain dengan malam. Jadi pada hakikatnya memang batik tulis atau carik. Pada abad ke-19 perkembangan budaya batik mulai mengenal proses cap sehingga dinamakan batik cap. Pada era modern kini perkembangan budaya batik semakin maju. Proses membatik dapat dilakukan dengan mencetak atau menyablon sehingga secara harfiah dan hakikat nama batik mulai pudar. Batik kontemporer mencirikhaskan pola yang lebih fleksibel dan beragam sehingga tidak terpaku dengan pakem tertentu,” katanya.
Acara berikutnya adalah performance art Tari Topeng Kelana oleh Raka Pramudianta, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 6 Yogyakarta. Performance selanjutnya adalah musik akustik oleh Fitria Gumilang Ramadhan.
Acara selanjutnya adalah talk show dengan tema “Apresiasi Kaum Muda dalam Membangun Tren Fashion Berkain dan Berkebaya” dengan narasumber Haura Amalia, S.Pd.
Haura Amalia dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa berkain merupakan gerakan di indonesia untuk upaya mrmbiasakan kembali penggunaan kain² tradisional seperti kain batik atau tenun. “Berkebaya merupakan jenis pakaian bagian atas yang digunakan wanita di Asia Tenggara,” tegasnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan. Dalam kesempatan ini juga dibuka bazar kuliner yang diikuti oleh mahasiswa UWM dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di lingkungan Banyuraden.
Humas@UWM