Pesatnya pertumbuhan penduduk perkotaan dari tahun ke tahun menyebabkan peningkatan kebutuhan akan kebutuhan tempat tinggal, yang merupakan kebutuhan pokok yang akan terus berkembang mengikuti siklus kehidupan manusia. Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) merupakan peran pemerintah dalam mengatasi kebutuhan akan perumahan, sehingga kualitas perumahan menjadi lebih layak, dimana kelayakan tersebut dapat dilihat dari sisi termal rusun sehingga penghuni rusun lebih betah tinggal di dalamnya. Hal tersebut diungkapkan dosen Program Studi (Prodi) Arsitektur Nurina Vidya Ayuningtyas, S.T., M.Sc. pada Kamis (26/1) di Gedung Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Widya Mataram (UWM).
Pakar green building ini menambahkan, bahwa jika dilihat dari segi biaya pembangunan disarankan menggunakan model double load karena dapat mengurangi luas tapak bangunan sehingga dapat dikomersialkan atau dimanfaatkan untuk hal lain. “Dari hasil simulasi pencahayaan alami, model koridor beban tunggal dengan rongga potensi cahaya alami yang masuk merata ke seluruh ruangan lebih besar dibandingkan dengan model beban ganda, model tata letak datar yang direkomendasikan adalah model dengan koridor beban ganda,” katanya.
Lebih lanjut, Nurina mengemukakan bahwa jika melihat analisis percepatan alami, antara model beban ganda dan beban tunggal keduanya memiliki pola pertukaran udara yang baik, perolehan ventilasi silang pada kedua tipe juga bisa dikatakan sama, dan hanya berbeda pada tingkat kecepatan angin. “Namun besar kecilnya kecepatan angin tidak bisa dijadikan tolak ukur kenyamanan termal penghuninya, karena belum tentu orang akan merasa tidak nyaman pada kecepatan rendah atau sebaliknya, sehingga adanya rongga pada model beban tunggal tidak menjamin memiliki arah aliran angin yang lebih baik dibandingkan dengan model beban ganda,” tutupnya.
Humas@UWM