Home
news
Aquaponik Bagian Siklus Menciptakan Ketahanan Pangan  

Aquaponik Bagian Siklus Menciptakan Ketahanan Pangan  

news Sun, 2022-06-26 - 20:09:44 WIB

Aquaponik merupakan kegiatan tanam pangan yang dimulai dari skala yang paling kecil dalam rumah tangga, dengan menerapkan teknologi budi daya perpaduan antara sayur dan ikan.

Dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sain dan Teknologi Universitas Widya Mataram (UWM Eman Darmawan STP, MP, menyatakan, kegiatan tersebut masuk dalam siklus ketahanan pangan yang diisiasi oleh warga.

“Ini menjadi bukti peran aktif warga dalam mencapai ketahanan pangan. Sesuai konsep ketahanan pangan nasional, warga memikul tanggungjawab bersama untuk mewujudkan tercukupinya pangan secara berkelanjutan,” kata dia usai kegiatan pelatihan budi daya sayur dan ikan dengan metode aquaponik, Minggu (26/6/2022).

Pelatihan budi daya ikan dan sayuran aquaponik ini dilakukan di Perumahan Bumi Trimulyo RT 12 Jetis Bantul,. Sebanyak 20 warga setempat ikut pelatihan dengan metode ceramah teatap muka, dilanjutkan praktik cara budi daya ikan dan sayur di sekitar pekarangan rumah Tema kegiatan ini  “Pemanfaatan Lahan Sempit Untuk Budidaya Ikan Dan Sayuran Dengan Teknik Aquaponik”

Menurut Wakil Rektor II UWM itu, sayur yang relatif cocok ditanam dengan metode aquaponik seperti terong (ungu), kangkung, sawi, tomat, cabe, melon dll, sementara iklan yang mudah adaptasi jenis nilai.

Dalam metode budi daya tersebut, terjadi simbiosis mutualis antara ikan dan sayur. Fungsi ikan menyediakan hampir semua nutrisi bagi tanaman, sedang sayuran menyerap nutrisi tersebut untuk makanan atau kesuburan tanaman itu.

“Peran warga bisa melakukan budaya metode aquaponik di lahan yang sempit di seputar pekarangan rumah.”

Cara budi daya aquaponik ikan dan sayur, menurut dia, memerlukan persiapan kerangka aquaponik dari botol minuman atau kaleng, atau bila menggunakan kolam diisi air sebanyak tiga per empat  diisi ikan pada hari ke lima, dilanjutkan menyemai benih tanaman/sayuran.

“Pada hari ke lima, benih sayur yang sudh bersemi dipindah ke dalam media tanam/busa rockwool, atau dimasukkan ke dalam botol/cup, mengalirkan air ke dalam botol-botol yang sudah terisi tanaman, dan melakukan pemeliharan tanaman sampai masa panen selama ± 30 hari,” kata dia

Soal manfaat metode aquaponik, menurut Eman Darmawan, budidaya sistem ini menjadikan kotoran ikan tidak terbuang karena dijadikan pupuk organik bagi sayuran, maka produk yang dihasilkan merupakan produk organik karena hanya menggunakan pupuk dari kotoran ikan yang telah melalui proses biologis.

“Aquaponik ini menghasilkan dua produk sekaligus; yaitu sayur dan ikan, dari satu unit produksi. dapat menghasilkan sayuran segar dan ikan sebagai sumber protein pada daerah-daerah kering dan ketersediaan lahan terbatas, dan budi dayanya bersifat berkelanjutan dan perpaduan tanaman dan ikan dan siklus nutrien. Pemeliharaannya juga mudah, tidak memerlukan penyiangan, terbebas dari hama tanah dan tidak memerlukan penyiraman serta biaya relatif terjangkau.”


Share Berita