Aliansi Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Jawa Tengah (JATENG) – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Seminar Nasional dan Forum Group Discussion (FGD) di Pendopo Agung Kampus Terpadu Universitas Widya Mataram (UWM) pada Sabtu (28/10/2023). Tema kegiatan ini adalah “Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Tahun Politik dan Rencana Strategis Nasional Menuju Indonesia Maju 2045”. Narasumber dalam acara ini adalah Anton Prabu Semendawai, S.H., M.Kn. yang merupakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) DIY, Dr. Raden Stevanus Christian Handoko S.Kom., M.M. yang merupakan anggota DPRD DIY, Bagas Sudrajat, S.M. yang merupakan entrepreneur, dan Aurum Rizqianto F., S.Ak. yang merupakan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) 2017-2018. Acara ini dimoderatori oleh Ayu Wulandari. Acara ini diikuti oleh 200 orang peserta.
Dalam sambutannya mewakili Rektor UWM, Wakil Rektor III UWM Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa ditangan yang muda bangsa ini akan menuju perubahan lebih baik. “Pemuda identik dengan challenge lover,” tambahnya
Presiden Soekarno mengatakan “Berikan aku 10 pemuda dan akan kuguncangkan dunia". Hal ini berarti bahwa pemuda dapat membawa kemajuan yang signifikan untuk perubahan ke arah yang lebih baik.
“Tahun politik, penuh intrik, politisi berlomba menarik perhatian publik, dengan berbagai trik. Menjelang Pemilihan Umum media sosial riuh dengan berbagai berita hitam dan putih. Lembaga survei sibuk menghitung elektabilitas dan tidak kalah sibuk adalah anda sivitas akademika berusaha membaca dan memprediksi situasi,” ungkap dosen Program Syudi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) ini.
“Jadilah mahasiswa yang mampu berkontribusi memajukan bangsa dan negara maupun kampus, kritis terhadap permasalahan bangsa dan mampu memberikan alternatif solusi. Jadilah mahasiswa cerdas yang tetap rendah hati, ramah dan tidak sombong, menghormati sesama apalagi yang lebih tua, peduli pada lingkungan sekitar, jadilah pioneer untuk kebaikan di lingkungan,” kata Puji.
“Untuk mahasiswa UWM, pahami sejarah dan paham filosofi kewidyamataraman, agar terwujud kampus berbasis budaya yang beretika, bermoral dan bermartabat. Untuk semua mahasiswa di DIY, ditangan Anda bangsa ini akan memiliki warna dan karakternya. Untuk para politisi, kampus adalah lembaga terhormat, netral dan tidak sebagai arena politik praktis. Kampus adalah ruang political education,” tegas Puji.
Humas@UWM