Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati setiap tanggal 3 Desember setiap tahunnya. Masyarakat internasional memperingati hari tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam rangka upaya untuk melindungi, menghormati, dan memenuhi hak-hak penyandang disabilitas di semua aspek kehidupan.
Fahmi Rafika Perdana, S.Sos., M.A., dosen Program Studi (Prodi) Sosiologi Universitas Widya Mataram (UWM) menyampaikan bahwa fasilitas untuk difabel di tempat umum, khususnya obyek wisata, masih sangat minim. Fahmi mencontohkan bahwa di Malioboro khususnya kaum difabel masih mengalami beberapa kesulitan misalnya adanya tonggak di trotoar menyulitkan akses kaum difabel.
Fahmi mengemukakan bahwa untuk mengatasi hal ini, maka regulasi perlu ditinjau ulang secara berkala dan terus disempurnakan agar menyesuaikan kebutuhan difabel dan aksesibilitas pada berbagai lini yang berkembang seiring perkembangan masyarakat. “Implementasi kebijakan di lapangan termasuk dalam perencanaan pembangunan khususnya di Malioboro sangat perlu melibatkan berbagai pihak utamanya yang benar-benar memahami kondisi riil Malioboro, dan harus melibatkan para difabel sampai tahap uji coba dan evaluasi dari pembangunan Malioboro,” pungkasnya.
Humas@UWM