Tanpa menafikkan pendidik atau dosen senior, dosen muda yang memiliki visi jauh ke depan harus mendapatkan perhatian lebih dalam membangun sebuah Perguruan Tinggi (PT). Mengutip pidato John F. Kennedy yang bermakna jangan menanyakan apa yang negara bisa lakukan untuk anda, namun tanyakan apa yang bisa anda lakukan untuk negara anda. Begitu juga dengan para dosen di Universitas Widya Mataram (UWM), harus berpikir tentang apa yang bisa dilakukan untuk lembaganya.
Demikian disampaikan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., Rektor UWM dalam sharing Corner #2 yang digelar melalui aplikasi zoom meeting pada Sabtu (9/5/2020). Prof. Edy mengajak para dosen untuk bermimpi sehingga dapat menjadi kenyataan. Potensi yang dimiliki UWM sangat besar yang seharusnya telah menjadikan kampus tersebut menjadi kampus besar.
“Dengan potensi bangunan, kuantitas dan kualitas dosen yang baik, saya berharap kita dapat mewujudkan mimpi pendiri UWM yakni (Alm) Sri Sultan hamengkubuwono IX dan Sri Sultan Hamengkubuwono X,” kata mantan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta se Indonesia (APTISI) itu. Para dosen muda yang masih memiliki spirit dan energi yang kuat diharapkan menjadi leading figure ke kancah yang diperhitungan.
Webinar yang digelar mengangkat tema Yang Muda Yang Bicara, Widya Harus Bagaimana? Diikuti para dosen dan mahasiswa UWM, yang menghadirkan pemateri Cahya Purnama Asri, SE., MM (Dosen Bisnis Kewirausahaan). Padmana Grady Prabasmara, ST., M.Sc., IAI (Dosen Prodi Arsitektur), Muhammad Fikri Alan, SH., MH (Dosen Prodi Hukum), dan Latifa Zahra, S.I.Kom., MA (Dosen Prodi Ilmu Komunikasi).
Dari sisi sejarah, Cahya menjelaskan, UWM telah berusia 37 tahun sehingga dirinya menimpikan kampus berbasis budaya itu akan menjadi kampus besar dengan sistem administrasi yang baik, mampu menjalankan Tridharma PT, dan melahirkan lulusan yang berjiwa social entrepreneurship.
Manyambung harapan tersebut, Grady mengatakan bukan hal mustahil untuk membawa kampus UWM go international. Potensi yang dimiliki dan arsitektur Jawa yang menjadi bagian dari UWM menjadi modal kuat untuk proses pengembangan sehingga kerja sama dengan luar negeri semakin meningkat.
Demikian pula dengan M.Fikri Alan. Menurutnya untuk menjadi kampus favorit ada tiga aspek utama dalam membangun kampus, diantaranya adanya fasilitas Gedung atau bangunan yang representatif untuk kegiatan akademik maupun non akademik. Aspek kedua yang harus diwujudkan adalah akreditasi A. Dosen yang berkualitas dan banyak dikenal publik menjadi aspek ketiga yang harus menjadi prioritas utama dalam membangun kampus.
Sementara Latifa sebagai dosen prodi Ilmu Komunikasi bermimpi adanya keterpaduan Yayasan, Universitas dan semua sivitas dalam mewujudkan kampus unggul. Kemandirian mahasiswa harus terus dibangun dan materiil pendukung seperti fasilitas pendidikan akan dapat dirasakan oleh sivitas akademika UWM.
Wakil Rektor III, Puji Qomariyah, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa tidak ada mimpi yang salah, oleh karena itu jangan takut untuk bermimpi. Selama yang muda masih punya mimpi maka tidak perlu khawatir akan masa depan.
“Dengan mimpi maka membuka pintu untuk menebar harapan. Pemuda adalah leader of tomorrow. Nasib lembaga ada ditangan generasi muda. Apabila generasi penerus memiliki kualitas unggul dan semangat kuat untuk maju maka denyut kehidupan akan terus berjalan,” kata Puji.
©HumasWidyaMataram