Home
news
Arsitek Harus Terlibat dalam Menyikapi Bencana

Arsitek Harus Terlibat dalam Menyikapi Bencana


Senin, 2019-07-15 - 11:05:34 WIB

 

Ketua Program Studi (Kaprodi) Arsitektur Ir. YE.Suharno, MT., IAI menyampaikan sambutan dalam kuliah umum bertajuk kebencanaan pada Jum’at (15/7/2019) di Pendopo Agung Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta. Menurutnya, tema tersebut sengaja diangkat mengingat daerah yang rawan bencana. Dengan terlibatnya mahasiswa dalam kegiatan, maka akan mendapatkan sertifikat sebagai syarat mendapatkan gelar Sarjana Arsitektur. 

Kuliah umum dihadiri pimpinan, para dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik tersebut mengundang narasumber Andreas Subiyono, M.Phill Direktur dari Yayasan Society for Health, Education

“Universitas ini juga bagian dari kelompok Organisasi Masyarakat (Ormas) Sipil”, kata Andreas sembari menjelaskan mengenai konsep dasar perbedaan bencana dan ancaman. 

Menurutnya, disebut bencana itu ketika sudah membawa dampak seperti dampak erupsi merapi, erupsi merapi tidak masalah. Dari waktu ke waktu ditengah pertumbuhan penduduk yang berkembang pesat pemukiman tidak mempertimbangkan lokasi wilayah sehingga memicu bencana. 

“Bencana dilihat dari 3 siklus yakni sebelum kejadian..fase pra bencana. Pada saat bencana dan paska bencana, jangan terfokus persoalan bencana pada fase tamggap darurat, tetapi bagaimana ketika mereka kembali ke kampungnya”, jelas Andreas. 

Andres menegaskan, seringkali pada fase tanggap darurat dilakukan secara salah karena tidak dilakukan pengkajian terlebih dahulu sehingga justru memperbanyak jumlah korban. Kaitan kebencanaan ini harus diperhatikan dalam segi pengurangan resiko, konsep tanggap darurat yang harus dilakukan dan rehabilitasi atau rekonstruksi yang sangat membutuhkan keterlibatan arsitek. Selain itu, strategi dan manajemen penanggulangan bencana yang mencakup akses pemenuhan kebutuhan dasar dan pemenuhan hak dasar korban terdampak menjadi aspek yang tidak boleh ditinggalkan. 

“Disinilah universitas perlu mamahami program reguler yang dilakukan apakah mampu mengurangi resiko jika terjadi gempa”, pungkasnya.

 

©HumasWidyaMataram


Share Berita


Komentari Berita